My police story

My police story

Pratu Sandi Novian Gugur Di Tembak OPM (Organisasi Papua Merdeka)

Pratu Sandi Novian Gugur Di Tembak OPM Pratu Sandi Novian Gugur Di Tembak OPM (Organisasi Papua Merdeka) - TNI Kembali berduka, setelah kematian Serma Achmad dengan cerita panjang yang menyelimuti kehidupan dirinya beserta keluarga yang sangat memilukan.

Begitu pula dengan gugurnya Denjaka Marinir Sertu Eriyanto dalam renang selat Madura ke Surabaya, dengan tenaga tersisa Sertu Eriyanto harus memaksakan diri berenang sampai tujuan namun apa daya kekuatanya terus berkurang dan mengalami human troble.

Kali ini TNI khususnya TNI - AD menambah daftar korban meninggal anggotanya, tugas tentara memang berat, mereka menjadi ujung tombak dalam menjaga keutuhan NKRI yang kita sayangi, bagaimanapun juga resiko yang di tanggung namun itu adalah tugas mulia negara.

Kita patut bangga dengan TNI kita yang terus bekerja keras dalam menjalankan tugas yang di embannya, khususnya bagi mereka yang di tugaskan di daerah konflik seperti Irian Jaya, Aceh dan daerah manapun yang di nilai masih membutuhkan pengamanan yang ekstra.

Kasus kematian anggota TNI di daerah konflik tidak hanya kali ini saja, namun banyak peristiwa yang telah terjadi sebelumnya dengan modus yang hampir serupa tetapi anehnya kenapa mereka tidak mengambil pelajaran dari kasus sebelumnya,,?

Jelas pimpinan TNI sudah memberitahukan kepada semua anak buahnya, jika dalam tugas terutama di daerah konflik harus menerapkan prinsip "Body Sistem", prinsip ini wajib di terapkan bagi setiap anggota, maksudnya adalah satu anggota di jaga dengan satu anggota lain atau lebih dengan menggunakan senjata.

Gugurnya Pratu Sandi Novian Di Tembak OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Daerah Konflik


Sandi Novian adalah salah satu prajurit TNI yang menjadi Tim khusus (Timsus) Satgasban XV Kopasus Pos Sinak Papua, beliau di lahirkan di kota Banjar Jawa - Barat, putra dari Bpk. Toyib (54Thn)

Saat di hubungi petugas dari koramil Banjar, bahwa anaknya meninggal di Papua ayah Sandi hanya diam tak berbicara, " Saya tidak mendapat firasat apapun tentang anak saya." Saya harus ikhlas melepas anak saya yang gugur dalam menjalankan tugas negara. Tambahnya.

Gugurnya Sandi di tempat tugas menjadi tambahan pengetahuan sekaligus peringatan bagi anggota lain bahwa setiap tugas ada resiko dan apapun resikonya harus siap menerima.

MO (Modus Operandi) Gugurnya Sandi Novian di Pasar Sinak


Pada sekitar pukul 09.50 WIT, Tujuh orang anggota Timsus Satgas ban Kopasus  yang di pimpin oleh Serka Sukiswo berangkat ke pasar Distrik Sinak untuk belanja sembako kebutuhan sehari - hari, selanjutnya Pratu Sandi pisah dengan rekannya yang lain untuk belanja kebutuhan pribadi.

Sekitar pukul 10.00 WIT ada lima orang yang tidak di kenal mendekati Pratu Sandi Novian dari arah belakang dan kehadiranya tidak di ketahui oleh yang bersangkutan, selanjutnya salah satu dari lima orang yang tidak di kenal tersebut mengeluarkan pistol dari dalam tas noken.

Beberapa saat kemudian orang tersebut langsung menembakkan pistolnya ke kepala Sandi Novian dalam jarak dekat, korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Tidak hanya itu saja senjata api jenis Pistol G2 milik korban di bawa kabur oleh pelaku, melihat kejadian tersebut rekannya yang lain langsung mengevakuasinya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama dan akan di lanjutkan ke Timika.

Sementara di pihak lain, Timsus satgas ban yang berjumlah 15 orang beserta satgas Yon 751/R melaksanakan pengejaran terhadap kelompok pelaku penembakan tersebut.

Kejadian apapun yang ada di depan kita, kita tidak bakal tahu apapun itu dan apalagi kalau hal tersebut sangat beresiko, oleh karena itu kami menghimbau bagi semua rekan - rekan petugas keamanan agar lebih berhati hati dalam menjalankan tugas terutama di daerah konflik.

Saya sendiri pernah di tugaskan di daerah konflik yaitu Aceh dan Atambua, namun bersyukur berangkat dengan jumlah yang sama dengan saat pulang kembali ke Jakarta, namun kita tentunya memahami bahwa hidup, mati dan jodoh kita Tuhan yang menentukan, jadi tidak usah khawatir karena itu semua sudah taqdir Tuhan.

Semoga kita semua jika saatnya nanti tiba, kita kembali kepadaNya dalam keadaan suci bersih dan Khusnul khotimah,, Amiin

--Selesai--

Penganiayaan Terhadap Aiptu Samsul Huda Anggota Lalu Lintas Polsek KPPP

Penganiayaan Terhadap Aiptu Samsul Huda Anggota Lalu Lintas Polsek KPPP - Kasus penganiayaan terhadap anggota kepolisian kembali terjadi.

Seakan tidak ada tempat aman bagi aparat negeri ini, ironis sekali, mereka yang seharusnya mengamankan masyarakat justru menjadi korban kemarahan masyarakat itu sendiri.

Banyak sekali kasus yang di alami oleh aparat kita baik TNI, Kepolisian maupun aparat lain yang berkaitan dengan tugas negara, entah apa alasan masyarakat hingga tega melakukan kekerasan terhadap aparat penegak hukum kita.

Selain mereka menjalankan tugas sehari hari seperti mengatur lalu lintas, penyidikan, pelayanan, pengawalan, mereka juga berhadapan dengan aksi teroris yang munculnya tidak dapat di duga selain itu di tambah lagi dengan masalah pribadi yang setiap orang memilikinya.

Memang nasib kita di tentukan oleh Tuhan namun setidaknya kita berharap semoga Tuhan memberikan keselamatan dan perlindungan setiap hari saat menjalankan tugas agar tidak ada halangan yang mengganggu aktifitas harian kita.

Sepertinya baru kemarin kita mendengar kematian tragis anggota TNI bernama Serma ACHMAD anggota Divisi 2 Kostrad Singosari - Malang, kali ini muncul peristiwa baru yang menggegerkan warga kepolisian kita.

Penganiayaan yang berujung kematian anggota kepolisian lalu lintas polsek KPPP Tanjung emas Semarang, menambah kisah sedih aparat kepolisian kita.

Kronologi Kematian Aiptu Samsul Huda Anggota Lalu Lintas Polsek KPPP  


Pada sekitar pukul 00.15 Wib Andhika Bagas Prahara (33Thn) sebagai orang yang pertama kali mengetahui korban tergeletak di jalan dengan pakaian seragam lengkap.

Saksi Andhika saat itu sedang perjalanan pulang kerja bersama Gunawan sesampainya di TL Anjasmoro dia berhenti, setelah lampu hijau mereka berdua melanjutkan perjalanan dan sekitar 400 M dari TL tersebut di ketahui oleh saksi ada seseorang yang tergeletak di jalan raya.

Kemudian keduanya berniat memberikan pertolongan, namun kaget bahwa yang tergeletak tersebut adalah anggota kepolisian yang berseragam lengkap dan saat itu masih bernafas.

Mengetahui korban masih dalam keadaan bernafas, para saksi berusaha memberikan pertolongan pertama dan langsung melaporkan ke kepolisian terdekat.

Saat itu juga Aiptu Rukhani sebagai KSPKT regu III bersama piket Reskrim, PiketIntelkam, Piket Polsek, Kasat dan Wakasat Reskrim juga Kapolsek Semarang barat mendatangi TKP dan benar terdapat anggota kepolisian yang tergeletak namun kondisinya sudah meninggal dunia.

Hasil Pemeriksaan Awal Terhadap Aiptu Samsul Huda

Dari hasil pemeriksaan awal di dapatkan beberapa luka benda tajam di jari kelingking sebelah kanan, jari jempol sebelah kiri, paha sebelah kanan, luka berat di dada atas dan tengah.

Juga ada beberapa barang korban yang robek antara lain, sobekan pada tas korban, sobekan di jaket bagian depan sebelah kanan yang ternyata sudah tembus ke seragam, rompi, baju dalam dan mengenai perut sebelah kanan dan kiri sepanjang sekitar 3 cm.

Dugaan awal terhadap Aiptu Samsul huda adalah korban penganiayaan berat yang menyebabkan kematian sehingga memerlukan penyidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

Samsul huda meninggalkan seorang istri bernama YULIANI (37 Tahun) dan seorang anak laki - laki bernama Rizky Akbar Huda (11 Tahun) yang saat ini masih duduk di kelas VII di salah satu sekolah di Semarang.

Kematian Samsul huda membuat istrinya sangat terpukul, karena di mata istrinya Samsul huda adalah sosok orang yang sangat bertanggung jawab dan menyayangi keluarga, anaknya sangat dekat dengan ayahnya sehingga selalu menyebut namanya.

Jenazah Aiptu Samsul huda di makamkan di tempat tanah kelahiranya yaitu di Desa Ngadiharjo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang sabtu sore kemarin.

Sementara pihak Kepolisian Resort Kota Besar Semarang masih melakukan penyidikan guna mengungkap pelaku dan motif dugaan pembunuhan ini, semoga segera di temukan pelakunya dan di berikan hukuman yang seadilnya.

Sahabat, tidak dapat kita menduga kapan ajal akan datang, oleh karena itu berdo'a kepada Tuhan dan selalu berbuat baiklah kepada siapapun yang kita jumpai, jadikan teman sahabat baik, cintailah keluarga dan sayangilah siapapun yang Anda temui karena pada dasarnya kita semua adalah saudara.

---Selesai---
  

Perselingkuhan Komisaris Besar Polisi (KBP). RASTRA GUNAWAN Dengan Brig. VIVIT MEITA SARI

Perselingkuhan Komisaris Besar Polisi RASTRA GUNAWAN dan VIVITPerselingkuhan Komisaris Besar Polisi (KBP). RASTRA GUNAWAN Dengan Brig. VIVIT MEITA SARI - "Trisno jalaran soko kulino",,, Hehehe mungkin ini kata yang tepat buat mereka berdua.

Sangat manusiawi sekali jika seorang pria menyukai seorang wanita, namun harus sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku dan tidak melanggar etika kemanusiaan yang pada akhirnya menyinggung bahkan menyakiti seseorang.

Kadang seseorang jika sudah jatuh cinta terhadap orang lain yang merupakan idamannya akan menjadi gelap mata dan akan terus berlanjut jika tidak memiliki pedoman diri terhadap apa yang menjadi prinsip hidupnya.

Cerita kepolisian kita sangat unik dan beragam, bahkan kadang masyarakat sendiri menilai bahwa mereka kebablasan dalam menjaga hukum negara, di tambah lagi masalah pribadi yang belum terselesaikan.

Seolah masalah terus berjalan menggerus dirinya, kalau tidak terselesaikan jelas akan menjadi bumerang bagi sang polisi itu sendiri.

Sebelumnya kita telah membahas masalah perselingkuhan antara Bripda RAVIT Dengan Bripda TIARA dan masih banyak lagi contoh kasus yang tidak jauh membahas mengenai percintaan aparat kita, belum lagi tersandung masalah lain.

Pada episode kali ini kita di kejutkan kembali oleh cerita percintaan terlarang antara Komisaris Besar Polisi (KBP) RASTRA GUNAWAN  Dengan Brigadir. VIVIT MEITA SARI yang sebelumnya keduanya sudah saling kenal sejak tahun 2009 lalu.

Mereka saling kenal karena waktu itu KBP. RASTRA GUNAWAN menjadi Kapolresta Kediri, sementara Brigadir VIVIT MEITA SARI menjadi staf Spri Kapolresta.

Pada tahun 2010 mereka berdua mulai menjalin asmara dan sering bertemu, namun pada tahun 2015 sempat terputus dan masuk tahun 2017 mereka menjalin kembali tali silaturrahmi yang terlarang itu saat beliau menjabat sebagai KARO SDM Polda Jatim.

Kronologi Perselingkuhan Komisaris Besar Polisi (KBP). RASTRA GUNAWAN Dengan Brig. VIVIT MEITA SARI 


Sejak bertemu kembali dan menjalin hubungan gelap keduanya awalnya dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan.

Namun pada hari selasa tanggal 09 Januari menjadi hari naas bagi keduanya, sekitar pukul 11.00 Wib Brigadir Vivit di hubungi oleh KBP. Rastra Gunawan yang mengatakan meminta untuk bertemu dan Brigadir Vivit mengatakan "bisa" tapi hanya hari kamis dan Jum'at saja dan akhirnya di sepakati hari Jum'at tanggal 12 Januari di Surabaya.

Sekitar pukul 17.30 Wib Brigadir Vivit berangkat dari Nganjuk menuju Surabaya dengan membawa mobil pribadi Toyota Yaris warna silver No Pol. AG - 1188 - VM.

Pada sekitar pukul 20.30 Wib Vivit tiba di lobby hotel dan bertemu dengan Rastra Gunawan yang rupanya sudah menunggu lama di sana, selanjutnya keduanya menuju Hotel Ciputra Word Surabaya dan naik mengunakan lift menuju lantai 11 kamar 1111.

Dan di dalam kamar hotel mereka melakukan hubungan intim layaknya suami istri, menurut pengakuan Brigadir VIVIT hal itu di lakukan satu kali, setelah itu mereka berdua turun menuju Mall Ciputra yang lokasinya bersebelahan dengan Hotel.

Di Mall Ciputra tersebut Vivit di belikan banyak barang di antaranya sepatu, baju olahraga merk Adidas, sandal dan sepatu anak - anak.

Kejadian panas di mulai saat Brigadir Vivit turun dan hendak keluar dari Mall, tepatnya di depan Cafe Starbucks berpapasan dengan istri Komisaris Besar Polisi Rastra Gunawan, akan tetapi dia sudah pergi terlebih dahulu sehingga hanya bertemu dengan Vivit saja.

Dengan marah istri Rastar Gunawan mengatakan "Kamu bersama suami saya ya,,,??" sambil merampas barang yang di bawa Vivit dan melemparkan begitu saja berhamburan, kemudian vivit berjalan cepat menuju pintu keluar Mall.

Langsung menuju toko Suzana yang terletak di JL. H.R. Muhammad Surabaya menggunakan Taxi, sekitar satu jam lamanya kemudian Vivit kembali ke Hotel dan mengambil tas yang masih tertinggal di kamar 1111 dan mengambil mobil Toyota Yaris untuk pulang langsung ke Nganjuk.

Brigadir VIVIT MEITA SARI Merupakan Polwan Yang Sudah Berumah Tangga

Pada saat meninggalkan tugas Vivit meminta ijin ke Kabagsumda Polres Nganjuk tidak masuk karena sakit dan beliau memberi ijin.

Menurut keterangan Kapolres Nganjuk AKBP. DEWA NYOMAN N. W.SIK., M.H. Vivit adalah polwan dari Polres Naganjuk yang berdinas di fungsi Bagsumda Polres Nganjuk dan sudah bersuami dan memiliki satu anak berumur 14 bulan.

Istri Brigadir Vivit juga merupakan seorang anggota Polri yang berdinas di Sumda Polres Malang kota bernama Brigadir DALU ARISTA, yang bersangkutan sudah lebih dari satu tahun BKO sebagai walpri pejabat tinggi di DPR RI.

Menurut keterangan yang di dapat dari Bripda NAGARA DIO PROVANDYA (Driver Komisaris Besar Polisi Rastra Gunawan)

Sekitar pukul 20.00 Wib mengantarkan KBP. RASTRA GUNAWAN ke Lobby Sutos, kemudian Driver di perintahlan langsung kembali dan stanby di Polda sampai menunggu perintah lebih lanjut untuk kembali ke Polda, dan sekitar pukul 23.00 Wib KBP. RASTRA di jemput kembali ke Mapolda.

Barang Bukti Sementara Yang Dapat di Amankan Si Propam

1. Telepon genggam milik Brigadir Vivit.

2. Struck belanja di Mall Ciputra

3. Satu buah celana panjang warna hitam zise. M

4. Satu buah BRA merk Adidas warna Abu-abu size. M

5. Satu buah BRA merk Adidas warna hitam size. M

6. Satu buah sepatu anak merk Croos warna biru orange size.6

7. Satu buah sandal merk Croos warna hitam abu - abu, size.11

8. Satu buah sepatu merk Wakai warna biru size. 38

9. Satu buah sepatu Adidas warna Merah muda size. 40

10. Foto Copy Hotel Reservation Voucer KAHA, nama pemesan Sdr. DONNY HADI SAPUTRA, Cek In dari 11 Januari 2018 dan Cek Out 13 Januari 2018 Ciputra Word JL. Mayjen Sungkono nomor 87-89 Surabaya, Type Deluxe Room.

Aduuuhhh guys,,, payah kalau begini terus aparat kita, memberikan contoh buruk yang tidak layak untuk di tiru, semoga sang Komisaris Besar lekas menyadari kesalahannya begitu pula dengan Brigadir Vivit, semoga mereka kembali ke jalan yang benar.

--Selesai--
 

Jadi Polisi Itu Mudah

Jadi Polisi Itu MudahJadi Polisi Itu Mudah - Judul ini sebenarnya profokatif sekali, karena jika di bandingkan dengan kenyataan di lapangan banyak yang bilang bahwa menjadi polisi itu susah, harus ada uang puluhan juta, punya chanel tokoh besar dan sebagainya.

Pada kesempatan yang lalu sebenarnya sudah saya singgung pada cara menjadi polisi itu sangat mudah, Anda bisa mengintip sekilas perjalanan saya menjadi seorang polisi, tidak ada niat apapun selain ingin berbagi, siapa tahu ada yang membutuhkannya, kalau gak penting ya abaikan saja,,,!!

Slogan masuk polri gratis itu jika kita menghayati betul ternyata memang benar bahwa menjadi seorang polisi itu ternyata gratis (tidak bayar), namun di sini yang namanya gratis bukan berarti tidak melakukan apapun dan langsung menjadi polisi, namun tetap saja ada bayaran yang harus kita sampaikan tetapi dalam bentuk lain.

Maksudnya ada nilai "kepantasan" yang wajib kita ketahui dan miliki jika Anda bersemangat untuk memutuskan menjadi seorang polisi, apa yang di maksud,,,?

Jadi Polisi itu mudah


Sebenarnya awalnya saya sendiri juga "ogah" jadi polisi namun karena masih belum bekerja dan tidak punya uang sedikit pun serta beberapa alasan lain terpaksa saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang penegak hukum di negeri ini.

Saat itu saya hendak melengkapi persyaratan untuk menjadi satpam di sebuah perusahaan di pandaan kabupaten Pasuruan - Jawa timur.

Namun tanpa sengaja saya melihat ada banyak pemuda yang rupanya antri sesuatu di kantor polisi (Polwil), setelah itu saya coba mendekat dan ternyata memang ada pendaftaran polisi, karena gratis saya ikut saja,,, Hehehe maunya yang gratisan yah,,!

Kebetulan semua persyaratan yang di tunjukan panitia saya sudah bawa semua, jadi secara administrasi saya sudah lengkap, mulai dari ijazah SD, SMP, SMA dan surat penting lain termasuk sertipikat keahlian serta ekstra kulikuler yang dulu saya ikuti.

Dari pendaftaran itu saya mendapatkan nomor casis (Calon Siswa) 712 hampir mendekati seribu, maklum saya sendiri awalnya tidak ada niatan daftar polisi jadi nomor yang di dapat banyak banget, namun sebenarnya masih ada saja nomor di bawah saya.

Jadi sesuai dengan judul di atas bahwa menjadi polisi itu mudah maka tadi sudah saya singgung mengenai "Kepantasan" maksudnya bagaimana, maksudnya adalah Anda harus mumpuni di bidang fisik, kesehatan dan mindset.

Sebaiknya menata dan menetapkan terlebih dahulu sejak dini Misi dan Visi Anda menjadi polisi, jadi apa yang Anda lakukan jika Anda ingin menjadi polisi dan apa hasil akhir atau apa yang Anda cita cita kan jika nanti lulus menjadi polisi.

Untuk menjadi polisi yang pertama Anda harus kuat secara fisik terlebih dahulu, buat latihan rutin setiap hari dan jadikan makanan nikmat yang harus di santap setiap hari sehingga Anda hafal betul setiap gerakan misalnya Push up, Pull up atau gerakan lain yang biasa di ujikan.

Jika Anda sudah terbiasa melakukan gerakan itu maka Anda akan sangat mudah melakukannya karena ada pepatah mengatakan bahwa "Ala bisa karena biasa" manfaatkan kata kata ini, dan berfikirlah bahwa semua itu adalah olah raga (artinya berfikir positif) dan bisa bikin tubuh sehat kuat dan tidak mudah sakit.

Memang pada umumnya pemuda masa kini manja ya tangan alus, wajah imut, rambut klemis, makan selalu minta yang enak dan sifat manja yang lain, mulai detik ini, berhentilah bersifat seperti itu jika Anda bercita cita ingin menjadi polisi apalagi tentara.

Jika Anda sudah terbiasa melakukan beberapa gerakan olah raga tersebut saya yakin Anda akan melebihi target yang di tentukan oleh panitia dan ini adalah nilai plus murni yang dapat mengatrol nilai akhir tes Anda.

Libas semua tantangan yang di sajikan oleh panitia dan tanpa batas misalkan Push up oleh panitia di tentukan minimal 15 kali Anda lakukan 60, 70, 80 kali bila perlu mereka (panitia) sendiri yang menghentikan langkah Anda, sesuai pengalaman saya dulu di hentikan oleh panitia di hitungan ke 65 kali begitu pula dengan gerakan tes yang lain harus melebihi target.

Jangan takut kenapa kenapa karena tubuh kita ini elastis dan bisa Anda bentuk sesuai dengan keinginan Anda, jadi teruslah berolah raga dan kejar cita citamu tanpa batas, karena kalau toh memang gagal Anda akan mendapatkan tubuh yang sehat pula, tidak ada ruginya bukan,,?

Setelah fisik Anda juga harus memiliki kesehatan yang kuat dan tidak memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan aktifitas lain yang kurang bahkan tidak sehat untuk tubuh Anda.

Anda harus menyayangi tubuh Anda, bersyukur hingga saat ini tulisan saya buat saya tidak pernah merokok atau minum minuman keras, judi dan sebagainya karena hal itu hanyalah kesenangan yang menjerumuskan saja.

Setelah melakukan lari biasakan kaki berselunjur agar tidak terbentuk gumpalan pembuluh darah yang meninjol keluar yang biasanya di sebut varises, bersihkan gigi dari karang gigi dan jika ada yang lubang sedikit lebih baik di tambal saja tapi kalau parah ya terpaksa tidak bisa mendaftar.

Yang penting pastikan bahwa diri Anda ini sehat, pintar, cerdas, cerdik dan menarik dan saya yakin jika sudah ada niat seperti itu siapapun "Pasti bisa" karena saya telah membuktikan.

Mulailah dari yang kecil terlebih dahulu, mungkin membiasakan joging tiap pagi atau pull up meskipun hanya dapat satu atau dua kali tapi jika sudah ada niat Anda pasti bisa sampai 15, 18, 20 bahkan lebih, kalau saya dulu berhenti di hitungan 17 kali sementara target 15 kali.

Setelah itu Anda juga harus rubah mindset atau pola pikir Anda, maksudnya di rubah menjadi lebih dewasa lagi bukan seperti masa sekolah dulu dan menyadari bahwa apa yang akan Anda lakukan ini adalah dunia kerja bukan lagi sekolah.

Jadi, seriuslah untuk menjalani setiap tes, tampilkan selalu yang terbaik dan bikin panitia terpesona dengan kemampuan Anda.

Jika semua sudah siap Anda bisa langsung mendaftar di tempat pendaftaran yang sudah di sediakan dan saya yakin dengan demikian keyakinan Anda untuk mengalahkan saingan sangat mudah sekali, yang penting berikan yang terbaik dan setelah itu pasrahkan kepada Tuhan semua apa yang telah Anda perjuangkan.

Semoga Anda mendapat kemudahan dalam mencapai cita cita mulia Anda dan yang penting sadarilah bahwa rezeki Tuhan yang atur dan kita hanya sebagai pelaksana saja, itu sudah cukup dan satu lagi buang jauh mengenai "Sogokan" atau harus pakai uang pelicin karena ini tidak benar semua.

---Selesai---  

Syarat syarat Menjadi Bintara Polisi Musik

Syarat syarat Menjadi Bintara Polisi MusikSyarat syarat Menjadi Bintara Polisi Musik - Memiliki jiwa seni memang menyenangkan bagi yang mengalaminya, hal itu menjadikan hidup terasa lebih asik, berinovasi, berkreatif dan mudah menciptakan sesuatu yang baru.

Memiliki jiwa seni musik menjadi salah satu kelebihan yang di miliki seseorang, apalagi jika kemampuan tersebut di asah setiap hari dan sering latihan, saya yakin kemampuan tersebut akan menjadi berkah bagi pemiliknya.

Jika Anda adalah seorang remaja yang memiliki kemampuan bernyanyi yang lumayan bagus, Anda bisa mencoba mendaftar menjadi polisi, yap,,! menjadi seorang polisi kusus musik.

Bagaimana, asik bukan,,,? sekali mendayung dua pulau terlampoi,,,

Selain kita bisa mengembangkan hoby sekaligus bisa meniti karier di kepolisian dan mendapatkan kesempatan untuk lebih profesional dalam bidangnya, tawaran yang menarik bukan,,,?

Artikel lain:

Syarat syarat Masuk Menjadi Polisi 
Syarat syarat Masuk Menjadi Bintara Polisi TI (Teknologi dan Informasi) 

Syarat syarat Menjadi Bintara Polisi Musik


Untuk menjadi polisi kusus musik ini sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan persyaratan untuk mendaftar menjadi polisi yang lain pada umumnya, namun jelas ada sedikit perbedaan yang harus di penuhi oleh peserta.

A. Syarat Umum

  1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita)

  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

  3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945

  4. Usia minimal 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota polri)

  5. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)

  6. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari polres setempat

  7.
Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.

B. Syarat Khusus

   1.  Pria/wanita bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI

    2.  Berijazah serendah-rendahnya SMK Seni Musik dengan Nilai Akhir (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) minimal 60,00

    3.  Umur minimal 17 (tujuh belas) tahun 6 (enam) bulan dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri T.A. 2017

    4.  Bagi SMA/sederajat/SMK lulusan tahun 2017 (yang masih kelas III)  nilai  rapor rata-rata kelas III semester I minimal  60,00  dan  setelah lulus menyerahkan ijasah dengan Nilai (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) minimal 60,00

    5. Bagi  lulusan SMK Seni Musik tahun  2017  (yang masih kelas III)  nilai  rapor rata-rata kelas III semester I minimal  60,00  dan  setelah lulus menyerahkan ijasah dengan nilai (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) minimal 60,00

    6.  Jumlah kuota SMK Seni musik yang diterima berjumlah 38 (tiga puluh delapan) orang terdiri dari instrumen musik sebagai berikut :
       a) flute
       b) oboe
       c) clarinet
       d) sax alto
       e) sax tenor
       f) trumpet
       g) trombone
       h) tuba
       i) percusi
       j) keyboard
       k) electric bas
       l) electric guitar
       m) vocal pria
       n) violin
       o) viola
       p) drum set

    7. Tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku, khusus etnis Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm

    8. Belum pernah menikah/hamil atau melahirkan bagi Casis wanita dan belum pernah menikah dan atau mempunyai anak kandung/biologis bagi Casis pria serta sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan Bintara Polri, ditambah 2 (dua) tahun setelah lulus, dibuktikan dengan surat keterangan Lurah/Kades

    9. Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat

    10. Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK)

    11. Membuat surat pernyataan bersedia ditempatkan di kesatuan musik Yanma Mabes Polri

    12. Bagi calon/peserta yang memiliki prestasi di bidang olahraga/akademik atau prestasi khusus lainnya di tingkat Internasional/Nasional agar melampirkan bukti berupa piagam/medali/sertifikat atau bukti lainnya sebagai bahan pertimbangan talent scouting

    13. Bagi calon/peserta yang berusaha menggunakan sponsor/koneksi dengan cara menghubungi lewat telepon/surat kepada panitia/pejabat yang berwenang melalui orang tua/wali/keluarga atau pihak lain akan didiskualifikasi

    14. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan
        a) Mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan
        b) Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri

Artikel lain:
Cara Yang Paling Mudah Untuk Menjadi Seorang Polisi
Syarat syarat Menjadi Tamtama Polisi

Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian dengan sistem gugur, yang meliputi urutan kegiatan sebagai berikut :


    1. Pemeriksaan administrasi awal

    2. Pemeriksaan kesehatan tahap I

    3. Pemeriksaan psikologi (tertulis)

    4. Pengujian kesamaptaan jasmani

    5. Pengujian akademik, yang meliputi:
        a) Pengetahuan Umum
        b) Bahasa Indonesia
        c) Bahasa Inggris
        d) selain melaksanakan uji akademik, untuk calon Bintara TI dan musik dilaksanakan tes kompetensi/keahlian

    6. Pemeriksaan kesehatan tahap II (termasuk Keswa)

    7. Pendalaman PMK

    8. Pemeriksaan administrasi akhir

    9. Sidang terbuka lulus sementara

    10. Sidang terbuka penentuan kelulusan akhir.

Itulah beberapa persyaratan yang harus di penuhi untuk menjadi bintara polisi kusus musik, jadi kesempatan bagi yang suka bernyanyi untuk mengembangkan potensinya sekaligus meniti karier menjadi seorang polisi.

---Selesai---

Syarat Menjadi Bintara Polisi TI (Teknologi Informasi)

Syarat Menjadi Bintara Polisi TI (Teknologi Informasi)Syarat Menjadi Bintara Polisi TI (Teknologi Informasi) - Sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman yang semakin canggih dan maju maka pihak kepolisian indonesia juga akan membentengi diri dengan personilnya yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi informasi.

Pada tahun kemarin 2017 pihak polisi baru pertama kalinya menjaring para pemuda bangsanya untuk di jadikan polisi yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi informasi, sementara tahun depan dan selanjutnya kemungkinan besar masih tetap di buka pendaftaran baru bintara TI.

Ini adalah peluang bagus bagi pecinta teknologi informasi yang sekaligus meniti karier sebagai polisi yang konon katanya dapat menjamin finansial di masa depan, semua itu adalah hanya sebuah pilihan bagi putra dan putri bangsa ini.

Artikel lain:
Syarat Menjadi Tamtama Polisi / Brimob
Syarat syarat Masuk Kepolisian

Syarat Menjadi Bintara Polisi TI ( Teknologi dan Informasi)


Untuk menjadi seorang bintara polisi TI pada dasarnya sama dengan menjadi polisi pada umumnya namun ada beberapa kriteria yang harus di ketahui dan di laksanakan agar tujuan untuk menjadi bintara teknologi dan informasi mengena.

Syarat Umum Menjadi Bintara TI

   1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita)

   2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

   3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945

   4. Usia min 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota polri)

   5. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)

   6. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari polres setempat.

   7. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela

   8. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota kepolisian.

Syarat Khusus Menjadi Bintara TI 

    1.  Pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI

    2.  Pendaftaran dilakukan di 19 (sembilan belas) Polda: Aceh, Sumut, Jambi, Sumsel, Riau, Lampung, Banten, Metrojaya, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Kaltim, Kalsel, Kalbar, Sulsel, Sulut, Bali, dan NTB dengan jumlah peserta didik sebanyak 200 (dua ratus) orang

    3.  Berijazah serendah-rendahnya SMA/SMK yang memiliki kemampuan/keahlian dalam bidang TI (bukan lulusan Paket A dan B) dengan Nilai Akhir (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) minimal 60,00 , bagi D-III, D-IV dan S 1 wajib melampirkan tanda lulus/ijazah yang dilegalisir oleh Universitas dengan akreditasi minimal B dan IPK untuk D III minimal 2,50, untuk D-IV dan S1 minimal 2,75

    4.  Umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Bintara TI T.A. 2017 :
        a. Lulusan SMA/SMK umur minimal 17 tahun 6 bulan dan maksimal 21 tahun
        b. Lulusan D-III umur minimal 17 tahun 6 bulan dan maksimal 24 tahun
        c. Lulusan D-IV dan S 1 umur minimal 17 tahun 6 bulan dan maksimal 25 tahun

    5.  Bagi SMA/sederajat/SMK lulusan tahun 2017 (yang masih kelas III) nilai rapor rata-rata kelas III semester I minimal 60,00 dan setelah lulus menyerahkan ijasah dengan nilai (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) minimal 60,00

    6.  Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemenbuddikdasmen

    7.  Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
        a. Pria : 160 cm
        b. Wanita : 155 cm

    8.  Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat

    9.  Belum pernah menikah/hamil atau melahirkan bagi Casis wanita dan belum pernah mempunyai anak kandung/biologis bagi Casis pria serta sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan Bintara Polri, ditambah 2 (dua) tahun setelah lulus, dibuktikan dengan surat keterangan Lurah/Kades

    10.  Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK)

    11.  Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan di bidang teknologi informasi

    12. 
Bagi calon/peserta yang memiliki prestasi di bidang olahraga/akademik atau prestasi khusus lainnya di tingkat Internasional/Nasional agar melampirkan bukti berupa piagam/medali/sertifikat atau bukti lainnya sebagai bahan pertimbangan talent scouting

    13.  Bagi calon/peserta yang berusaha menggunakan sponsor/koneksi dengan cara menghubungi lewat telepon/surat kepada panitia/pejabat yang berwenang melalui orang tua/wali/keluarga atau pihak lain akan didiskualifikasi

    14.  Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan
        a. Mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan
        b. Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri

Persyaratan umum dan persyaratan khusus sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan persyaratan pendaftaran polisi yang lain, namun ada beberapa poin kusus yang harus kita ketahui sebagai tambahan materi yang mendukung.

Tahapan Tes Yang Harus di Lakukan Oleh Para Calon Bintara TI Dengan Sistim Gugur


1. Pemeriksaan Administrasi awal.

2. Pemeriksaan kesehatan awal tahap satu.

3. Pemeriksaan psikologi (Tertulis)

4. Pengujian kesamaptaan jasmani.

5. Pengujian Akademik yang meliputi:
     a. Pengetahuan umum
     b. Bahasa Indonesia
     c. Bahasa Inggris
     d. Selain uji Akademik para calon bintara TI dan Musik juga di lakukan tes kompetensi atau keahlian peserta.

6. Pemeriksaan kesehatan tahap dua.

7. Pendalaman PMK

8. Pemeriksaan Adsministrasi Akhir.

9. Sidang terbuka lulus sementara.

10. Sidang terbuka penentuan kelulusan tahap akhir.

Nah,,, itulah syarat dan tahapan yang harus di lalui para calon bintara TI (Teknologi Informasi), jika peserta di nyatakan lulus tahap akhir berarti " SELAMAT " Anda berhasil menjadi seorang bintara TI, tinggal tunggu hari pemberangkatan ke lembaga pendidikan polri.

---Selesai---
 

Syarat syarat Untuk Menjadi Tamtama Polisi

Syarat syarat untuk menjadi Tamtama PolisiSyarat syarat Untuk Menjadi Tamtama Polisi - Biasanya kawula muda lebih tertarik pada tamtama polisi ketimbang kepolisian yang lain, alasanya karena tampak lebih menarik dan gagah atau mungkin ada alasan lain yang menggelitik mereka.

Tamtama polisi memang di prioritaskan untuk menjadi Brimob (Brigade Mobil) meskipun ada beberapa fungsi lain yang membutuhkan seorang tamtama polisi, dengan kata lain brimob adalah tentaranya kepolisian, ruang gerak mereka sering di tugaskan untuk operasi atau BKO ke suatu wilayah tertentu yang membutuhkan pengamanan, atau biasanya di perbantukan dalam pengawalan obyek vital dan banyak lagi yang lain.

Memang menjadi seorang tamtama polisi adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi anggota tersebut, namun tugas yang kerap ber-resiko membuat mereka harus ekstra hati hati dalam menjalankan tugas yang di bebankan kepadanya.

Artikel lain:
Syarat Masuk AKPOL, Bintara Polisi Umum dan SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana)

Memang wajar tidak ada pekerjaan yang tidak beresiko, semua pekerjaan beresiko namun jika di jalankan dengan senang hati dan gembira saya rasa seberat apapun pekerjaan itu akan sangat terasa ringan dan bahkan menyenangkan.

Syarat syarat Menjadi Tamtama Polisi


Persyaratan untuk menjadi tamtama polisi sebenarnya tidak berbeda jauh dengan persyarat lain untuk mendaftar bintara atau akpol namun ada persyaratan tambahan yang harus di penuhi oleh mereka dan harus lulus.

A. Persyaratan Umum

1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita)

2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945

4. Pendidikan paling rendah SMU / sederajat

5. Usia min 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota polri)

6. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)

7. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
dari polres setempat

8. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela

9. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota kepolisian.

B. Persyaratan Khusus

1. Pria bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI

2. Berijazah serendah-rendahnya SMA/sederajat jurusan IPA/IPS/Bahasa (bukan lulusan Paket A dan B) atau SMK yang sesuai dengan kompetensi tugas Polri (kecuali Tata Busana dan Tata Kecantikan) dengan kriteria lulus dan diutamakan memiliki kualifikasi mengemudi (dengan melampirkan Surat Izin Mengemudi (SIM B)

3.
Bagi yang masih duduk di kelas 3 SMA/sederajat atau SMK menggunakan nilai rata-rata rapor semester 1 (satu) setelah dinyatakan lulus menyerahkan ijazah dan diberlakukan persyaratan butir b

4.
Umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Tamtama Polri T.A. 2017, minimal 17 tahun 8 bulan dan maksimal 22 tahun

5. Tinggi badan minimal 165 cm, khusus etnis Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 163 cm;

6. Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya,
kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;

7.
Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi
kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);

8.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian;

9. Berdomisili minimal 2 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk/Kartu Keluarga dan surat keterangan domisili dari Lurah/Kades setempat dengan diketahui oleh Kapolsek;

10. Belum pernah menikah dan atau mempunyai anak kandung/biologis serta sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan Tamtama Polri, ditambah 2 (dua) tahun setelah lulus, dibuktikan dengan surat keterangan Lurah/Kades;

11. Bersedia menjalani ikatan dinas minimal selama 10 (sepuluh) tahun, terhitung mulai saat
diangkat menjadi Tamtama Polri;

12. Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;

13. Tidak terikat Perjanjian Ikatan Dinas dengan instansi lain;

14. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan :
- Mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan
- Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan
pembentukan Tamtama Polri

15. Mengikuti dan lulus pemeriksaan / pengujian dengan sistem gugur, yang meliputi materi dan
urutan giat sebagai berikut :
a) Pemeriksaan administrasi awal
b) Pemeriksaan kesehatan tahap I
c) Pemeriksaan dan ujian psikologi
d) Ujian kesamaptaan jasmani
e) Pengujian Akademik
f) Pemeriksaan kesehatan tahap II (termasuk Kesehatan Jiwa)
g) Pendalaman PMK (Penelusuran Mental Kepribadian)
h) Pemeriksaan administrasi akhir
i) Sidang terbuka kelulusan akhir.

Setidaknya inilah yang harus di ketahui bagi para calon tamtama polisi, dan sedini mungkin persiapan yang harus di lakukan agar dapat melalui setiap tes dengan baik dan mendapatkan nilai yang baik, yang pada akhirnya pantas dan lulus menjadi seorang tamtama polisi.

---Selesai---


Syarat syarat Masuk Polisi

Syarat syarat Masuk PolisiSyarat syarat Masuk Polisi - Menjadi polisi adalah keinginan bagi sebagian remaja putra dan putri kita dan masih menjadi idola sampai saat ini, Wow,, keren kan,,?

Banyak di antara mereka setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat berfikir keras apa yang harus di lakukan setelah itu, mereka berfikir melanjutkan sekolah lagi ke tingkat lebih tinggi atau masuk pada dunia kerja,,,??

Di dalam banyak pertimbangan yang muncul di benak para remaja kita, membuat mereka harus memutuskan salah satu langkah penting yang menjadi awal hidup baru di masa yang akan datang dan ini perlu adanya komunikasi bersama orang tua dan keluarga yang lain, agar kelak nanti tidak salah dalam menentukan pilihan.

Menjadi seorang polisi adalah salah satu pilihan di antara sekian banyak pilihan lain yang mengisi pikiran remaja kita, dan menjadi polisi tidak hanya bisa di lakukan bagi lulusan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) saja namun juga bisa di lakukan oleh lulusan sarjana.

Mereka yang mendaftar untuk menjadi polisi harus mengikuti setiap tes seleksi yang di sajikan oleh panitia, pada dasarnya sama saja dengan kita saat melamar pekerjaaan di tempat lain, hanya ada beberapa poin tertentu yang harus di lengkapi.

Artikel lain:
Cara Paling Mudah Menjadi Polisi Tanpa Suap
Syarat syarat Masuk Kepolisian 

Syarat syarat Masuk Kepolisian


Setelah pilihan di tentukan dengan benar dan kemampuan di rasa telah teruji, maka Anda bisa mendaftarkan diri ke tempat - tempat pendaftaran yang telah di sediakan, bisa di Polres setempat, polsek atau Polda, silahkan sesuai selera.

Syarat untuk menjadi seorang polisi sebenarnya tidak terlalu rumit dan syarat itu pun tidak terlalu berbeda dengan persyaratan yang telah di tentukan pada tahun - tahun kemarin, namun tetap melihat dari sisi mana polisi apa yang Anda ingin daftar.

Sebagai contoh, pada tahun 2017 kemarin ada 6 seleksi untuk menjadi calon anggota polri yaitu, TARUNA AKPOL, Bintara Polri, SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana), Tamtama, Bintara TI dan Bintara Musik.

Artikel lain:
Syarat Masuk Tamtama Polisi / Brimob
Syarat Menjadi Bintara Polisi TI (Teknologi Informasi) 

1. TARUNA AKPOL

A. Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita)

    2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

    3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945

    4. Pendidikan paling rendah SMA / sederajat

    5. Usia paling rendah 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota Polri)

    6. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)

    7. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari polres setempat

    8. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela

    9. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota kepolisian.

B. Syarat Khusus

1.  Pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah
mengikuti pendidikan Polri/TNI

2.  Berijazah serendah-rendahnya SMA/sederajat jurusan IPA/IPS (bukan
lulusan Paket A,B dan C) dengan ketentuan :
a) nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Akhir Nasional/UAN (bukan nilai
gabungan) :
-tahun 2013 dengan nilai rata-rata minimal 7,0
-tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,5
-tahun 2015 s.d. 2016 dengan nilai rata-rata minimal 60,00
-tahun 2017 dengan nilai rata-rata 70,00
b) nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Akhir Nasional/UAN (bukan nilai
gabungan) khusus Papua dan Papua Barat :
-tahun 2013 dengan nilai rata-rata minimal 6,5
-tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,0
-tahun 2015 s.d. 2016 dengan nilai rata-rata minimal 60,00
-tahun 2017 dengan nilai rata-rata minimal 65,00
c) bagi lulusan tahun 2017 (yang masih kelas III) nilai rapor rata-rata
kelas III semester I minimal 70,00 dan setelah lulus menyerahkan nilai
Ujian Nasional dengan nilai rata-rata sebagaimana yang tercantum pada point
1 dan 2
d) bagi yang berusia 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan
nilai rata-rata ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa
Inggris dengan nilai rata-rata 75,00

3.  Ketentuan tentang Ujian Nasional perbaikan :
a) bagi lulusan 2014 s.d. 2016 yang mengikuti Ujian Nasional (UN) perbaikan
dapat mengikuti seleksi penerimaan Taruna Akpol T.A. 2017 dengan ketentuan
nilai rata-rata memenuhi persyaratan
b) sedangkan calon peserta yang mengulang di kelas III baik disekolah yang
sama atau di sekolah yang berbeda tidak dapat mengikuti seleksi penerimaan
Taruna Akpol T.A. 2017

4.  Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan
pendidikan;

5.  Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang
berlaku) :
pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm
wanita : 160 (seratus enam puluh) cm

6.  Belum pernah menikah/hamil atau melahirkan bagi peserta calon Taruni dan
belum pernah punya anak kandung/biologis bagi peserta calon Taruna serta
sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan

7.  Tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas
tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh
ketentuan agama/adat

8.  Bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal karena pidana/asusila atau
Taruna/i yang diberhentikan dengan tidak hormat tidak dapat mendaftar
kembali

9.  Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas
narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik
BNN/BNP/BNK)

10.  Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bersedia ditugaskan
pada semua bidang tugas Kepolisian

11.  Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan
dari Kemenbuddikdasmen

12.  Berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan
melampirkan Kartu Tanda Penduduk/Kartu Keluarga dan surat keterangan
domisili dari Lurah/Kades setempat dengan diketahui oleh Kapolsek

13.  Bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan
SMA Krida Nusantara yang masih kelas III dapat mendaftar di Polda asal
sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di
Polda Jateng dan DIY, untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan
ketentuan mengikuti kuota kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai
domisili KTP/KK

14.  Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun
terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri

15.  Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali

16.  Tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain

17.  Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan :
-mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan
-bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan , bila diterima dan
mengikuti pendidikan pembentukan taruna akpol

18.  Bagi yang memiliki prestasi di tingkat provinsi/nasional/internasional
agar dilampirkan sertifikatnya untuk dijadikan pertimbangan dalam penentuan
kelulusan;

19.  Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian tingkat Panda dengan sistem
gugur, yang meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut :
-pemeriksaan administrasi awal;
-pemeriksaan kesehatan tahap I;
-pemeriksaan psikologi (tertulis);
-pengujian akademik, yang meliputi :
a) Pengetahuan Umum;
b) Bahasa Indonesia;
c) Matematika (IPA dan IPS);
-pemeriksaan kesehatan tahap II (termasuk Keswa);
-pengujian kesamaptaan jasmani dan antropometri ;
-pendalaman PMK;
-pemeriksaan Administrasi Akhir;
-sidang terbuka kelulusan tingkat panda;

20.  Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian tingkat Panpus dengan sistem
gugur, yang meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut :
a) sistem gugur meliputi :
-Pemeriksaan Administrasi;
-Pemeriksaan Kesehatan;
-Pemeriksaan Psikologi Wawancara dan Pendalaman PMK
-Pengujian Jasmani dan Antropometri
b) sistem ranking;
-uji TPA dan TOEFL
-Pemeriksaan Penampilan
-Sidang Terbuka Kelulusan Tingkat Akhir Pusat.

2. Bintara Polri

A. Syarat Umum

1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita)

2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945

4. Pendidikan paling rendah SMU / sederajat

5.
Usia min 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota polri)

6. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)

7.
Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
dari polres setempat.

8. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.

9. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota kepolisian.

B. Syarat Khusus

1.  Pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI

2.  Berijazah serendah-rendahnya SMA/Madrasah Aliyah jurusan IPA/IPS (bukan lulusan Paket A dan B) dengan ketentuan berijazah serendah-rendahnya SMA/Madrasah Aliyah jurusan IPA/IPS atau SMK yang sesuai dengan kompetensi tugas pokok Polri (kecuali Tata Busana dan Tata Kecantikan), dengan prioritas bagi lulusan D IV Keperawatan, SMK Seni Musik, SMK kesehatan Hewan/produksi ternak, Jurusan Pelayaran, Teknik Perkapalan, Ketenagalistrikan, Teknik Elektronika dan Teknik Permesinan dengan Nilai Akhir (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) minimal 60

3.  Bagi lulusan tahun ini (yang masih kelas XII) nilai rapor rata-rata kelas XII semester I minimal 60 dan setelah lulus menyerahkan ijasah dengan nilai minimal 60

4.
  Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemenbuddikdasmen

5.  Umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri :
a) lulusan SMA/SMK umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri minimal 17
tahun 6 bulan dan maksimal 21 tahun
b) lulusan D IV keperawatan umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri minimal 17 tahun 6 bulan dan maksimal 24 tahun

6.  Tinggi badan dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku :
pria : 165 cm, khusus etnis Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 163 cm
wanita: 160 cm, khusus etnis Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 158 cm

7.  Berdomisili 2 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan surat keterangan domisili dari Lurah/Kades setempat dengan diketahui oleh Kapolsek

8.  Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan Bintara Polri, ditambah 2 (dua) tahun setelah lulus serta belum pernah melahirkan bagi Casis wanita dan belum pernah puny anak kandung/biologis bagi Casis pria dibuktikan dengan surat keterangan Lurah/Kades

9.  Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya,
kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat

10.  Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi
kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK)

11.  Bersedia menjalani ikatan dinas pertama minimal selama 10 (sepuluh) tahun, terhitung mulai
saat diangkat menjadi Bintara Polri

12.  Memperoleh persetujuan dari orang tua / wali

13.  Tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain

14.  Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian dengan prioritas pada Polda yang memerlukan penguatan sumber daya manusia dan dalam rangka pembentukan Polda baru.

3. SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) 

Sekolah kepolisian yang satu ini beda dengan sekolah kepolisian yang lain karena di butuhkan banyak spesifikasi dalam pendaftaranya, sekolah kepolisian SIPSS ini sekolah perwira polisi berkapasitas sarjana (S-1, D-IV umum maupun profesi dan bisa juga S-2)

Pada sekolah SIPSS ini telah di tentukan banyak Prodi atau jurusan yang di butuhkan dan Anda bisa pilih salah satu sesuai keahlian Anda, antara lain sbb:

    1. S2 PROFESI KEDOKTERAN FORENSIK
    2. S2 PROFESI PSIKOLOGI
    3. S1 PROFESI KEDOKTERAN UMUM
    4. S1 PROFESI KEDOKTERAN GIGI
    5. S1 DESAIN GRAFIS
    6. S1 HUBUNGAN INTERNASIONAL
    7. S1 ILMU HUKUM (PIDANA & PERDATA)
    8. S1 ILMU KOMUNIKASI (JURNALISTIK)
    9. S1 ILMU KOMUNIKASI (PUBLIC RELATION)
    10. S1 ILMU SEJARAH / PENDIDIKAN SEJARAH
    11. S1 KURIKULUM PENDIDIKAN / TEKNOLOGI PENDIDIKAN
    12. S1 SISTEM INFORMASI
    13. S1 SENI MUSIK
    14. S1 PSIKOLOGI
    15. S1 TEKNIK INFORMATIKA
    16. S1 TEKNIK INFORMATIKA (PEMINATAN JARINGAN)
    17. S1 TEKNIK INFORMATIKA (PEMINATAN SISTEM MULTIMEDIA)
    18. S1 TEKNIK ELEKTRO
    19. S1 TEKNIK SIPIL
    20. S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI
    21. S1 TEKNIK NUKLIR
    22. S1 TEKNIK METALURGI
    23. S1 TEKNIK KIMIA
    24. D-IV SANDI NEGARA
    25. D-IV AHLI NAUTIKA TK. III
    26. S1 EKONOMI PERDAGANGAN
    27. S2 PROFESI KEDOKTERAN SPESIALIS JANTUNG

A. Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita)

    2. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa

    3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945

    4. Berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun

    5. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan minimal setingkat RSUD)

    6. Tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

    7. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela

    8. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah NKRI dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian.

B. Syarat Khusus

A1.  Pria dan wanita belum pernah menjadi anggota Polri

B2.  Berijazah :
1) S2 sesuai dengan prodi yang dibutuhkan diatas
2) S1 sesuai dengan prodi yang dibutuhkan diatas
3) D-IV Ahli Nautika Tk. III (wajib memiliki ijazah Ahli Nautika Tk. III dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia)

C.  Bagi lulusan yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dengan program studi, yang terakreditasi A dengan IPK minimal 2,75 dan bagi lulusan yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dengan program studi ?yang terakreditasi B dengan IPK minimal 3,00 (terdaftar di BAN-PT)

D.  Wajib melampirkan tanda lulus/ijazah yang dilegalisir/diketahui oleh Pembantu Dekan bidang Akademik

E.  Bagi lulusan Perguruan Tinggi di Luar Negeri wajib melampirkan surat keputusan penyetaraan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi

F.  Umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan SIPSS T.A. 2017 :
1) maksimal 36 (tiga puluh enam) tahun untuk S-2 Profesi;
2) maksimal 29 (dua puluh sembilan) tahun untuk S-1 Profesi;
3) maksimal 26 (dua puluh enam) tahun untuk S-1/D-IV dan Khusus S-1 Seni Musik maksimal umur 28 (dua puluh delapan) tahun

G.  Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) :
pria      : 160 (seratus enam puluh) cm
wanita : 155 (seratus lima puluh lima) cm

H.  Belum pernah menikah (belum pernah hamil/melahirkan) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan, khusus S-2 Profesi diperbolehkan sudah menikah namun bagi wanita belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak/hamil selama pendidikan pembentukan

I.  Mampu mengoperasionalkan komputer dibuktikan dengan sertifikat/ijasah

J.  Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun terhitung mulai saat diangkat
menjadi Perwira Polri

K.  Tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain

L.  Mendapat persetujuan dari instansi yang bersangkutan bagi yang sudah bekerja dan pernyataan
berhenti dengan hormat bila lulus seleksi dan terpilih masuk pendidikan pembentukan Polri

M.  Khusus untuk Prodi Kedokteran :
1) Dokter Spesialis menyertakan ijasah dokter spesialis;
2) Dokter umum wajib mempunyai Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) dan Surat Tanda Registrasi  (STR)       definitif;
3) Dokter gigi menyertakan Surat Tanda Registrasi (STR) definitif

N.  Mengikuti dan lulus pemeriksaan dan pengujian sebagai berikut :
1) Tingkat daerah dengan sistem gugur meliputi :
a) pemeriksaan administrasi;
b) pemeriksaan kesehatan tahap I;
c) pemeriksaan psikologi tertulis;
d) pemeriksaan kesehatan tahap II;
2) Tingkat pusat dengan sistem gugur meliputi :
a) pemeriksaan administrasi;
b) pemeriksaan kesehatan termasuk Kesehatan jiwa;
c) pemeriksaan psikologi wawancara;
d) pemeriksaan PMK (Penelusuran Mental Kepribadian);
e) Uji Akademik menggunakan Computer Assisted Test (CAT) meliputi :
1) Tes Potensi AKademik
2) TOEFL
f) Uji Kompetensi (praktek keahlian sesuai profesi/Prodi);
g) pemeriksaan dan pengujian kemampuan jasmani;
h) Sidang Penetapan Kelulusan Akhir

---Selesai---


Perampokan 10 Milyard di Tabalong Kalimantan Selatan

Perampokan 10 Milyard di TabalongPerampokan 10 Milyard di Tabalong Kalimantan Selatan - Gila,,,! inilah kata yang tepat untuk pelaku perampokan yang terjadi di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan.

Wajah Polisi kembali tercoreng oleh pengkhianat bangsa yang berseragam dinas polisi indonesia, nama yang tertera di baju dinas itu menyebutkan "JUMADI" seorang bintara polisi yang bertugas di Polres Tabalong.

Entah apa yang ada di dalam pikiran Jumadi sehingga dia harus nekad melakukan perampokan kepada uang Bank Mandiri yang di percayakan kepadanya bersama temannya.

Saat itu Bank Mandiri cabang Banjarmasin akan mengirim uang ke Cabang Tabalong dan membutuhkan petugas pengawalan dari kepolisian, petugas dari Bank Mandiri mendatangi rumah petugas yang di tunjuk Brig JUMADI.

Setelah itu Brig Jumadi menghubungi Polres Tabalong untuk mengambil persenjataan yang di perlukan, setelah perlengkapan selesai mereka pun berangkat menuju Tabalong dengan mengendarai mobil Toyota Avanza No Pol. DD 1182 KE milik Bank Mandiri.

Namun beberapa saat kemudian ada satu teman Jumadi yang menumpang bernama Yongki dan di perjalanan pelaku meminta untuk mampir ke polsek Martapura terlebih dahulu, dengan alasan ingin mengambil sesuatu yang tertinggal, namun tiba - tiba pelaku menodongkan pistol pada saat melintasi daerah yang sepi.

Pelaku mengancam akan menembak "A" dan "G" jika tidak menuruti kemauanya, setelah di rasa aman kemudian mobil berhenti di pinggir jalan dan pelaku menutup mulut, mata dan melakban tangan "A" dan "G" dan membuang kedua orang tersebut ke suatu tempat yang sangat sepi.

Perampokan yang terjadi pada tanggal 04 Januari 2018 ini telah mengawali membuka lembaran kelam kejahatan perampokan yang di lakukan oleh penegak hukum, sangat ironi bukan,,,? mereka yang seharusnya menjadi pelindung, pengayom terhadap masyarakat, ternyata justru malah sebaliknya.

Tidak perlu membutuhkan waktu lama, petugas buser dari Polda Kalimantan selatan dan Polres Tabalong berhasil menangkap pelaku yang saat itu bersembunyi di rumah adiknya beserta barang bukti berupa Uang Rp 100.000,- (Enam Milyard) dan Rp. 50.000,- (Empat Milyard) sehingga total semua 10 Milyard.

Pelaku bersembunyi di Perumahan Puritama JL. Golf  Kelurahan Syamsuddin Noor pada 05 januari 2018 petugas juga mengamankan seorang warga sipil yang di duga terlibat.

Setelah di lakukan penyisiran barang bukti ternyata semua uang hasil kejahatan di tanam di dalam tanah yang berlumpur yang sebelumnya di taruh di dalam plastik.

Hmmmm,,,, jahat sekali kamu yah!!

Semoga ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk selalu berhati - hati dalam mengambil setiap keputusan, bahwa kejahatan apapun yang di lakukan seseorang maka akan terendus juga oleh aparat kita sendiri.

Berikut Video penangkapanya:

 

---Selesai---


Serma ACHMAD Di Bunuh Oleh Serda EVANDER

Serma ACHMAD Di Bunuh Oleh Serda EVANDERSerma ACHMAD Di Bunuh Oleh Serda EVANDER - Masih ingat kasus pembunuhan Serma ACHMAD yang mayatnya di temukan di sungai kecil (parit) sawah di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang,,,?

Yap,,! para petugas Staf Lid Denpom Divif 2 Kostrad yang di bantu oleh pihak Kepolisian berhasil mengungkap kasus yang menyebabkan kematian Serma Achmad dari pengembangan hasil pemeriksaan oleh Ny. NUR AMALIA (Istri Serma Achmad) dengan melanjutkan pemeriksaan terhadap Serda EVANDER seorang bintara Denpom Divif 2 Kostrad.

Pemeriksaan berjalan lancar meskipun ada beberapa kendala namun dapat di atasi dan bisa di dapatkan keterangan yang lengkap dan valid, sehingga pihak penyidik tidak kesulitan dalam menyimpulkan hasil pemeriksaanya.

Hasil Pemeriksaan Staf  Lid Denpom Divif 2 Kostrad Oleh Serda EVANDER


Inilah beberapa kesimpulan valid dan lengkap yang dapat di ketahui dari pemeriksaan Serda EVANDER hasil pengembangan pemeriksaan Ny. NUR AMALIA (Istri Serma ACHMAD) antara lain adalah:

A. Ny. NUR AMALIA (Istri Serma Achmad) sering di jadikan umpan "Pemerasan" yang di lakukan oleh Serma ACHMAD dengan motif "Perkenalan dengan menggunakan Sosmed" dan menjebak anggota dengan melakukan pertemuan di Hotel tertentu selanjutnya menyelesaikannya dengan meminta uang ganti rugi agar tidak di laporkan ke kesatuan anggota tersebut.

B. Adapun beberapa anggota yang sudah menjadi korban pemerasan yang di lakukan oleh Serma Achmad antara lain:

1. Prada DONI, Seorang Tamtama Denhub Divif 2 Kostrad pada sekitar bulan Oktober 2017 di minta uang Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah)

2. Kopda AMIN, Seorang anggota Tamtama Batalyon Arhanud 2 Kostrad pada sekitar bulan Nopember 2017 oleh pelaku di minta uang Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) 

3. Pratu SAHRUL, Seorang anggota Tamtama batalyon Armed 1/1/2 Kostrad pada sekitar bulan Nopember 2017 di minta Rp. 15.000.000,- (Lima belas juta rupiah)

4. Praka ARIF, Seorang Anggota Tamtama batalyon Armed 1/1/2 Kostrad pada bulan Nopember 2017 di minta sebesar Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah), Namun uang tersebut belum di serahkan.

5. Serda EVANDER, adalah seorang bintara Den Pom Divif 2 Kostrad pada bulan Desember 2017 di minta uang oleh pelaku sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah), namun uang tersebut juga belum di serahkan.

6. Letda Kav SUKIMAN, Perwira Yon Kav 8 hanya sebatas perkenalan dan hanya bertemu di Tempat kejadian Perkara saja dan tidak berlanjut ke hubungan yang lebih serius.

Kronologi Kejadian Kematian Serma ACHMAD Menurut Pengakuan Serda EVANDER dan Ny. NUR AMALIA


Pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2017 sekitar pukul 19.00 Wib serma ACHMAD anggota Denma Div 2 Kostrad bersama istrinya menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru berangkat dari ASMIL (Asrama Militer) menuju ke Sumber waras - Lawang.

Mereka berdua berencana untuk menemui serda EVANDER di tempat kostnya, sementara hal itu rupanya sudah menjadi strategi mereka berdua untuk menjebak dan melancarkan niatnya untuk memeras pelaku, dan Serma Achmad memonitor dari jarak jauh.

Selanjutnya Ny. NUR AMALIA mendekat dan langsung masuk ke kamar kost serda EVANDER dan menutup pintu kamar.

Beberapa saat kemudian serda Evander mengajak Ny. Amalia berbincang - bincang sambil perlahan melepas pakaian yang di kenakan Ny. Nur Amalia mulai dari baju sampai celana yang di kenakan Ny. Nur Amalia hingga telanjang.

Selang beberapa waktu kemudian, Serma Achmad langsung mendobrak pintu kamar kost dan masuk ke dalam kamar dengan mem-foto dan video adegan tersebut, yang ternyata keduanya masih dalam keadaan telanjang tersebut.

Nah, saat seperti itulah yang rupanya di manfaatkan untuk memeras Serda Evander dengan mengintimidasi pelaku bahwa perempuan tersebut adalah istri Serma ACHMAD, dengan resiko di pecat dari keanggotaan apalagi sudah di dapatkan bukti berupa foto dan video mereka berdua.

Karena kejadian tersebut Serma Achmad meminta ganti rugi sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) dan dalam tempo lima hari.

Perbincangan belum usai dan akhirnya Serma Achmad mengajak Serda Evander ke tengah lapangan bola Sumber Waras, sementara Ny. Nur Amalia sudah keluar terlebih dahulu dan menunggu di depan Rumah Sakit Brawijaya Lawang.

Karena masih situasi panas, akhirnya Serma Achmad mengancam dengan sangkur dan memukul Serda Evander padahal Evander sudah meminta ma'af,,, tetapi tidak di hiraukan dan Serma Achmad tetap meminta sejumlah uang tersebut dalam tempo 5 hari.

Akhirnya terjadilah perkelahian antara Serda Evander dengan Serma Ahmad, namun Evander berhasil merebut sangkur yang di bawa oleh Serma Achmad dan menyerangnya dengan cara menusukkan ke leher sebelah kanan, kiri dan belakang.

Setelah di pastikan Serma Achmad meninggal kemudian serda Evander meminjam mobil Toyota Avanza warna Silver yang akan di pakai untuk mengangkut mayat Serma Achmad dan membuangnya ke tempat yang di rasa aman yaitu di selokan sungai kecil dekat sawah di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Dan esoknya di temukan oleh warga yang akan pergi ke sawah dan mereka melaporkan ke perangkat desa setempat dan pihak polsek sehingga mayat bisa di bawa ke RSU Syaiful Anwar Malang untuk di lakukan pemeriksaan.

Duh,,,! kalau sudah seperti ini bagaimana coba,,? gara - gara uang semua menjadi gelap dan menghalalkan segala cara, padahal dari gaji saja kalau mereka bisa mengaturnya itu sudah cukup dan bisa menghidupi keluarga.

Tapi ya sudah lah,,, semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dan mengingatkan kita pada arti pentingnya sebuah persahabatan, sehingga kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini.

---Selesai---


Back To Top