My police story

My police story

Pengeroyokan Dan Penganiayaan Terhadap Anggota Polisi Indonesia

Pengeroyokan dan penganiayaan anggota pol airPengeroyokan Dan Penganiayaan Terhadap Anggota Polisi Indonesia - Pengeroyokan dan penganiayaan terhadap anggota polisi kembali terjadi dan senjata api milik korban pun di bawa lari oleh pelaku.

Tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan tersebut di lakukan oleh dua orang yang tidak di kenal, saat itu korban melintas di depan Hotel Harris Vertu di Jalan Hayam wuruk - Jakarta Pusat pada hari Minggu yang lalu 06 Agustus 2017 sekitar pukul 03.30 Wib.

Anggota polisi apes tersebut bernama Brigadir SLAMET nomor Anggota 81061281, beliau berdinas sebagai Bintara Staf pada Provost Direktorat Kepolisian Air Baharkam Polri.

Akhibat dari pengeroyokan dan penganiayaan tersebut Brigadir Slamet terpaksa mengalami luka pada pelipis mata sebelah kiri dan fatalnya senjata api jenis HS 9 Nomor H.173908 telah hilang, kemungkinan besar di bawa oleh pelaku.

Kronologi Kejadian Pengeroyokan dan Penganiayaan Anggota Polisi


Pada saat itu sekitar pukul 03.30 Wib Brigadir Slamet kebetulan kebetulan pulang tugas dengan melintasi jalan Hayam wuruk ke arah Harmoni dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Spin warna biru dengan No. polisi B-6786-TSM.

Pada saat yang bersamaan korban melihat melalui kaca spion ada orang yang mencurigakan sedang mengikutinya di belakang dan berboncengan.

Pada saat persis di depan hotel Harris sepeda motor Brigadir Slamet di pepet pelaku dan langsung menyerang korban, Brigadir Slamet tidak sempat membalas serangan tersebut dan terpaksa harus menerima beberapa pukulan dan tendangan hingga Brigadir Slamet Pingsan.

Melihat korbanya pingsan, dua orang pelaku kejahatan tersebut segera melarikan diri dan membawa senjata api organik milik korban.

Beberapa saat kemudian korban di temukan oleh orang yang sedang melintas, dengan di bantu beberapa orang lain lagi, korban di bawa ke Rumah Sakit Tarakan di Jakarta Pusat. Saksi yang di mintai keterangan tersebut antara lain, DENI, IMAM YULIANTO dan SUHENDRA SINAGA.

Akibat dari pengeroyokan tersebut Brigadir Slamet pingsan dan mengalami luka pada pelipis mata sebelah kiri, luka pada dagu dan memar di lengan sebelah kiri, beruntung segera mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Kemudian sekitar pukul 06.17 WIB piket SPKT Polsek Gambir menerima informasi via telepon bahwa pihak Rumah Sakit Tarakan Jakarta Pusat mendapat pasien seorang anggota polri yang sedang luka parah akibat pengeroyokan.

Segera setelah pihak SPKT mendapatkan informasi tersebut langsung meneruskan kepada piket reskrim, dengan beberapa anggota dan perwira jaga segera mendatangi Rumah Sakit Tarakan untuk menentukan kebenaran dari berita tersebut.

Dan ternyata benar ada seorang anggota Polair yang mengalami luka dan sedang mendapatkan perawatan intensif oleh pihak Rumah Sakit.

Dengan adanya peristiwa ini polsek Gambir segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyidikan serta mengamankan beberapa barang milik korban.

Barang Bukti Yang di Amankan Petugas 

Beberapa barang bukti untuk memudahkan penyelidikan di amankan oleh pihak kepolisian sektor Gambir di antaranya,

1. Sepeda motor Suzuki Spin nomor polisi B-6786-TSM.

2. Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri A.n Brigadir Slamet Nomor. TAS/POLRI/158/VI/2016/POLAIR.

3. Kartu Kepemilikan Senjata A.n Korban.

4. Kartu Asuransi Kesehatan Nomor. 0000976553684 An Korban.

5. Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor. 44.896.398.3-048.000

6. Kartu SIM-C Nomor. 810623270101 A.n korban

7. Kartu SIM-A Nomor. 810623270101 A.n korban

Dengan adanya beberapa kejadian di beberapa daerah di seluruh Indonesia, sepertinya ada satu kelompok radikal yang menginginkan senjata dari pihak aparat keamanan kita, oleh karena itu sebaiknya bagi Anda yang kebetulan sebagai aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga baik diri sendiri maupun mako.

Semoga informasi ini membawa kebaikan bagi kita semua, dan jayalah polisi Indonesia.

Terima kasih dan salam


Penganiayaan Dan Perampasan Senjata Api Anggota Brimob Polda Bali

Penganiayaan dan Perampasan Senjata Anggota Brimob Polda BaliPenganiayaan Dan Perampasan Senjata Api Anggota Brimob Polda Bali - Kejahatan terhadap anggota keamanan tidak hanya sekali ini saja, telah berulang kali petugas aparat negara ini menghadapi cobaan, baik penganiayaan hingga perampasan senjata organik miliknya.

Kali ini kejadian penganiayaan dan perampasan senjata api di alami oleh Brigadir polisi satu I Bagus Suda Suwarna yang kebetulan sedang menjalankan tugas dinas jaga di Hotel Ayana Nusa Dua di Kuta selatan badung -  Bali.

Korban menjalankan tugas jaga bersama temanya yang bernama Brigadir polisi I Nyoman Wenten dan di bantu oleh anggota scurity setempat.

Kedua anggota Subden A Pelopor Brimob Polda bali tersebut di persenjatai dengan senjata api laras panjang jenis AK 101 buatan Rusia plus dengan satu magasin yang berisi peluru hampa 3 butir dan 27 peluru karet dan surat tugas.

Kronologi Kejadian Penganiayaan Dan Perampasan Senjata Api Milik Korban


Awalnya korban dan temannya di tugaskan jaga Hotel yang berkolaborasi dengan scurity hotel setempat, dan saat pukul 11.00 WITA korban minta ijin temannya untuk istirahat dan makan bersama scurity Karang Emas Residen bernama Alam.

Kedua orang tersebut menuju Rimba Resort yang berjarak sekitar 500 meter dari Hotel Ayana, setelah berada di lokasi istirahat, korban ingin ke toilet, namun lama tidak kembali, tiba-tiba mendengar suara teriakan dari dalam toilet.

Ternyata korban di temukan oleh scurity bernama Merdeka Yana dalam posisi duduk dan sudah tidak sadarkan diri dengan luka lebam di wajahnya, mata merah dan sesekali siuman dengan muntah yang di sertai darah dan tanpa membawa senjata lagi.

Korban di amankan di kamar hotel, setelah siuman dan setengah sadar korban di tanya kronologi kejadian yang menimpa dirinya tersebut, namun sayangnya, korban tidak mengetahui siapa yang melakukan hal ini dan siapa yang membawa senjatanya.

Peristiwa Menghebohkan Seluruh Pejabat Bali

Mendengar kejadian tersebut, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Gede Alit Widana langsung meluncur menuju lokasi kejadian, setelah sampai di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita, terlihat juga di sana Kapolres Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo beserta Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto.

Dengan adanya peristiwa ini Polda Bali menjadi heboh dan membuat para pejabat kepolisian Bali kebakaran jenggot, mereka segera membentuk Tim khusus gabungan antara anggota Propam, Brimob, Reskrim dan Intelkam untuk melakukan investigasi.

Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Wijaya, masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengingat korban masih dalam pemeriksaan intensif.

Waspadalah Semua Aparat!!

Teror dan ancaman keselamatan setiap anggota aparat keamanan dan jajaranya serasa tidak pernah selesai, hingga saat ini, mereka para pelaku terus menyerang dan tega menganiaya bahkan membunuh korbannya, mereka menyerang secara diam - diam dan membawa lari senjata api milik korban. 

Penganiayaan dan perampasan senjata api milik Brimob Polda Bali ini menjadi berita utama setelah berita teror terhadap anggota kepolisian yang lain seperti di temukannya bendera hitam kecil berukuran 100 Cm X 50 Cm di depan Mako polsek Kebayoran Lama dan sebuah surat yang di masukkan ke dalam botol air mineral.

Tidak hanya itu penyerangan dan penusukan oleh orang yang tidak di kenal juga terjadi di dalam masjid "Falatehan" yang saat itu jamaah sedang melaksanakan shalat isya', dan beberapa kejadian di tempat lain di seluruh negeri yang kita cintai ini.

Sebaiknya, kusus bagi aparat negara seperti Polisi, TNI dan semua aparat sipil lain yang berkaitan dengan aparat keamanan sebaiknya meningkatkan kewaspadaanya, karena kejadian tersebut tidak di sangka dan muncul secara tiba-tiba.

Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih


Kisah Asmara Kasat Lantas Polres Muaro Jambi Dengan Seorang Bayangkari Anggota Lain

Perselingkuhan Kasat Lantas dengan anggota bhayangkari anggotanyaKisah Asmara Kasat Lantas Polres Muaro Jambi Dengan Seorang Bayangkari Anggota Lain - Cinta memang tidak pandang bulu, entah itu bulu perindu, bulu kuduk atau bulu kucing,, Hehe

Cerita kali ini muncul dari belahan Indonesia bagian barat, tepatnya di Polda Jambi yang mengisahkan cerita Asmara seorang Kasat Lantas dengan istri anggota polisi juga yang kebetulan di tinggal suaminya dinas luar daerah yaitu di Polda Sulawesi Utara.

Penangkapan dan penggrebekan tersebut di lakukan pada tanggal 24 Juli 2017 kemarin sekitar pukul 15.30 Wita di lokasi Hotel "SAME" kota Kendari.

Dugaan perselingkuhan antara Ajun Komisaris Polisi (AKP) HILMAN, SE dengan seorang bhayangkari dari anggota polisi lain bernama PUPUT WIDIANATA ANGGRAENI WIJAYANTO istri dari seorang bintara polisi yang bertugas di PJR Dit lantas Polda Sulawesi Utara.

Kronologi Kejadian Kisah Asmara Sang Kasat Lantas


Pada sekitar bulan Maret 2017 yag lalu, Kepala Bidang Propam dari Polda Sulawesi Utara AKBP AGUNG ADI KURNIAWAN, SH menerima informasi dari masyarakat, mengenai adanya perselingkuhan dari anggota Polri.

Perselingkuhan tersebut di ketahui ternyata dari angota Polisi Polda Jambi dengan anggota Bhayangkari Polda Sulawesi Utara dan memerintahkan Kasubdit Paminal untuk melakukan penyelidikan terhadap kebenaran dari kasus tersebut.

Selanjutnya pada hari sabtu tanggal 22 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 Wita, Kepala Bidang Propam kembali mendapatkan informasi tentang kedatangan AKP HILMAN, SE dari provensi - Jambi ke kota Kendari provinsi Sulawesi Utara untuk bertemu dengan teman selingkuhannya.

Teman selingkuhannya tersebut bernama PUPUT seorang ibu bhayangkari / istri dari anggota polisi yang berdinas di PJR Dit Lantas Polda Sulawesi Utara, pertemuan tersebut di sepakati di sebuah Hotel di kota Kendari.

Kemudian pada hari minggu sekitar pukul 11.00 Wita, AKP. HILMAN, SE tiba di bandara Haluoleo kota Kendari dan langsung di jemput oleh PUPUT (teman istimewanya), kemudian menuju ke sebuah Rumah Makan dan setelah itu menuju Hotel "SAME" di kota Kendari.

Selanjunya pada pukul 12.30 Wita, tiba di hotel yang di maksud dan langsung memesan kamar di nomor 257 lantai 5, namun sebelumnya petugas dari Subdit paminal Bidpropam yang di pimpin oleh kabidpropam sendiri telah memesan kamar terlebih dahulu yang kebetulan tepat di samping kamar 257 yang di tempati AKP. HILMAN,SE.

Namun sekitar pukul 14.30 teman perempuan HILMAN meninggalkan kamar dan pulang ke rumahnya, dan pada hari senin tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 09.00 Wita, anggota subdit paminal melakukan pengintaian terhadap AKP. HILMAN,SE. yang sedang sarapan pagi di lobi hotel.

Kemudian sekitar pukul 11.00 Wita, AKP. HILMAN,SE masuk ke dalam kamar 257 dan sekitar pukul 12.30 Wita di datangi oleh 2 orang wanita yang tidak di kenal, sekitar pukul 13.00 Wita AKP. HILMAN, SE bersama dua wanita tersebut keluar dari kamar 257 keluar hotel.

Proses Penggrebekan dan Penangkapan Oknum Polisi

Kemudian sekitar pukul 15.00 Wita AKP. HILMAN, SE kembali ke hotel "SAME" bersama PUPUT dan langsung masuk ke dalam kamar 257 kemudian sekitar pukul 15.30 Wita anggota Subdit Paminal yang di pimpin langsung oleh Kabid propam langsung melakukan penggrebekan terhadap dugaaan perkara perselingkuhan oleh oknum anggota polisi.

Saat di lakukan penangkapan dan penggrebekan tersebut di ketahui AKP. HILMAN, SE dan ibu bhayangkai PUPUT sedang melakukan cumbu rayu di atas kursi sofa, dan ibu bhayangkari PUPUT hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya dan tanpa menggunakan celana dalam sedangkan AKP. HILMAN, SE hanya mengenakan celana kolor saja.

Tindakan Yang Di Lakukan Petugas Propam

Dengan adanya dugaan perselingkuhan tersebut, selanjutnya petugas propam langsung mengamankan AKP. HILMAN, SE dengan NRP. 75010127 jabatan sebagai Kasat Lantas Polres Muaro Jambi dari Polda Jambi dan ibu bhayangkari a.n PUPUT WIDIANATA ANGGRAENI (Istri Bripka SUTRISNO WIJAYANTO) jabatan sebagai bintara PJR Dit Lantas Polda Sulawesi Utara.

Barang Bukti Yang Di Sita Petugas:

1. Satu sprei tempat tidur warna putih
2. Dua handuk putih.
3. Lima Handphone

Tidak hanya itu, selanjutnya petugas propam juga melakukan Visum Et Repertum di RS. Bhayangkara Polda Sulawesi Utara, untuk menambah informasi terhadap apa saja yang di lakukan oleh kedua orang tersebut.

Hasil Penyelidikan Dari Paminal Bid Propam Polda Sulawesi Utara, kasus asmara yang di lakukan oknum anggota Polri tersebut telah di lakukan sejak bulan Maret 2017 hingga saat ini, dan AKP. HILMAN, SE sering datang ke kota Kendari untuk bertemu dengan PUPUT.

Hasil Penyelidikan Kasus Dugaan Perselingkuhan AKP. HILMAN, SE dengan PUPUT

Hasil interogasi awal mendapatkan informasi bahwa awal pertemuan tersebut bermula dari pertemuannya di media sosial tahun 2015 yang lalu, setelah mereka akrab sekitar tahun 2016 sudah tiga kali AKP. HILMAN, SE menemui PUPUT di Prov. Jambi.

Dan setiap kali pertemuan mereka selalu melakukan hubungan badan layaknya seorang suami istri, dan pertemuan di Jakarta sebanyak 2 kali dan juga melakukan hubngan badan layaknya suami istri yaitu sekitar bulan Maret 2017 di Hotel Horizon.

Pada tanggal 23 Juli 2017 kemarin kedua sejoli ini juga melakukan pertemuan di Hotel "SAME" kota Kendari dan juga melakukan persetubuhan, sedangkan dari pengakuan PUPUT, bahwa pada saat bertemu dengan AKP. HILMAN, SE pada tangal 23 Juli 2017 sekitar pukul 13.00 Wita di Hotel "SAME" Kota Kendari.

Pertemuan itu juga melakukan hubungan badan layaknya suami istri di dalam kamar mandi hotel dengan cara berdiri, dan di ketahui oleh istri dari saudara kandung Bripka SUTRISNO a.n YUYUN yang pada saat itu berada di ruang tamu hotel "SAME" Kota Kendari.

Saat ini AKP. HILMAN, SE, PUPUT dan Bripka SUTRISNO WIJAYANTO dalam proses pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Sulawesi Utara atas dugaan pelanggaran disiplin / KEPP dan Bripka Sutrisno Wijayanto juga melaporkan tindak pidana perselingkuhan di SPKT Polda Sulawesi Utara untuk mendapatkan pemerikasaan lebih lanjut dan saat ini AKP. HILMAN, SE di amankan di Rutan Polda Sulawesi Utara guna penyelesaian perkara.

Kejadian yang memalukan sahabat, petugas keamanan negara yang seharusnya menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat ini justru melakukan tindakan yang tidak terpuji, bukankah mereka menjadi contoh tauladan bagi masyarakat yang lain,,!! lalu kalau aparatnya sudah seperti ini mau di bawa kemana negara ini guys,,,???


Anggota Persit Tertangkap Membawa Narkoba

Anggota persit tertangkap membawa narkobaAnggota Persit Tertangkap Membawa Narkoba - Masalah narkoba masih saja menjadi tranding topik di indonesia saat ini, keberhasilan kepolisian dalam menangkap 1 ton narkoba di Banten masih belum mampu menghentikan peredaran narkoba di negeri ini.

Bukan saja hanya pihak masyarakat sebagai pengedar, pemakai narkoba namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa pihak oknum aparat atau anggota keluarganya yang berkecimpung dalam dunia narkoba ini.

Anggota Persit Tertangkap Membawa Narkoba


Seperti yang telah di lakukan oleh salah satu istri anggota TNI - AD yang bernama Ny. LIANINGSIH, yang beralamat di JL.Karya No.16 A Link VI Kelurahan. Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan - Sumatra Utara (sesuai KTP).

Lianingsih adalah seorang persit candra kirana (istri dari anggota TNI - AD) bernama Kapten Infanteri Abu Bakar NRP. 584497 seorang perwira tentara anggota Rindam IM yang sampai saat ini masih tinggal di komplek asrama perwira No.7 Geuceu Meunara Kecamatan Jaya baru - Banda Aceh.

Modus Operandi Kejadian

Peristiwa itu bermula saat pelaku berpamitan kepada suaminya dan mengatakan bahwa dirinya akan belanja ke Batam yang akan di temani adik sepupunya bernama DARLINA. Kebetulan waktu itu sang suami tidak dalam bertugas dan mengijinkan istrinya pergi belanja.

Namun sebelumnya pihak BNNP Personil bidang pemberantasan Narkoba wilayah Jambi, telah mendapatkan informasi akurat mengenai pengiriman narkoba / narkotika melalui bandara, selanjutnya petugas berkoordinasi dengan personil bea cukai wilayah Jambi.

Sesuai dengan informasi yang di dapatkan tersebut personil BNNP dan Bea cukai Jambi selanjutnya melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap para penumpang di bandara tersebut, penyelidikan berjalan lancar dan ketat oleh pihak petugas.
 
Dalam operasi tersebut petugas menggeledah setiap orang yang ada di lokasi TKP dan ternyata usaha yang di lakukan tidak sia-sia, mereka menemukan dua orang yang di curigai yang menumpang pesawat "NAM Air" dari Batam.

Sekitar pukul 19.10 WIB pesawat tiba di Bandara Sultan Thaha - Jambi, dua orang tersebut langsung di amankan petugas dan menggeledah barang bawaanya, selanjutnya petugas mengamankan tas plastik warna hitam yang bertuliskan "Planet Surf serba kristal."

Dugaan petugas terbukti bahwa barang haram tersebut di simpan di dalam tas plastik warna hitam yang di bungkus lagi dengan plastik transparan sebanyak empat bungkus besar dan satu bungkus kecil yang di campur dengan beberapa buah apel dan roti.

Dari barang bukti narkotika jenis sabu tersebut semua di perkirakan sebanyak satu kilo gram dengan estimasi harga senilai 1,5 hingga 2 milyar rupiah.

Gila,,,!! negeri yang sudah semakin rapuh masih saja ada orang yang tidak bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan, mereka hanya mengeruk keuntungan pribadi dan tidak mempedulikan akhibat yang bakal terjadi terhadap penerus bangsa ini.

Parahnya lagi ini di lakukan oleh istri seorang aparat negara, miris, marah dan benci mendengar berita seperti ini, mereka yang seharusnya menjadi contoh tauladan baik ternyata justru malah sebaliknya.

Hukuman yang setimpal harus di jalankan buat mereka para pelaku, agar sebagai contoh pelajaran berharga bagi mereka yang punya pikiran ke arah sana.
     

Mengungkap Jaringan Penyelundup Narkoba 1 Ton Ke Indonesia

Mengungkap Penyelundupan Narkoba 1 ton ke IndonesiaMengungkap Jaringan Penyelundup Narkoba 1 Ton Ke Indonesia - Gila,,,! hanya satu kata yang pantas di ucapkan dengan adanya keberhasilan penangkapan 1 ton narkoba oleh jajaran kepolisian Metro Jaya dan Polres kota Depok tersebut.

Bayangkan, satu ton narkoba akan di edarkan di negara kita, memangnya negara kita ini apa,,,? Hah,,,!!!

Beruntung usaha itu telah berhasil di gagalkan oleh kerja sama gabungan antara kepolisian dari Satuan Narkoba Polda Metro Jaya beserta anggota lain dari Satuan Narkoba Polres kota Depok, kerja sama yang cantik tentunya.

Mau jadi apa negara kita kalau sudah di datangi satu ton narkoba, jelas hal ini ada indikasi tidak saja untuk berdagang barang haram namun juga ada tendensi lain, mungkin bertujuan untuk merusak mental bangsa ini.

Nah,,, loh,,,!! kalau sudah kata-kata yang terakhir itu yang berlaku, matilah kita. Negara yang kita cintai ini menjadi sarang dan bandar narkoba, (naudzubillah) seperti layaknya di film-film extion di layar televisi.

Dari dahulu narkoba sangat menyesatkan bagi mereka yang berkecimpung di dunia tersebut, meskipun para boss narkoba sangat kaya raya namun di jamin kehidupan mereka tidak akan tenang sampai kapanpun, tidak hanya di dunia tetapi juga di akherat kelak akan di mintai pertanggung jawaban terhadap apa yang telah mereka lakukan.

Kronoligis Kejadian Penangkapan

Semula tim yang di pimpin oleh AKBP Dr. Nico Afinta, SIK, SH, MH bersama dengan AKBP Made Astawa, SIK, AKBP Bambang Yudhantara SIK, MH, beserta anggota lain AKP Malvino Edward Yusticia, SH, SIK, MH, MSS dan AKP Rossana Albertina Labobar, SIK dan angota tim lain mendapatkan laporan dari kepolisian Taiwan.

Bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu-sabu dari China ke wilayah Indonesia, laporan tersebut langsung di respon positif oleh pihak kepolisian kita, dengan beberapa kekuatan terpilih pihak kepolisian indonesia mempersiapkan penangkapan dan pengungkapan kasus.

Persiapan matang itu berjalan lancar hingga dua bulan dan akhirnya, pada hari kamis tanggal 13 juli dini hari kemarin di lokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Dermaga eks Hotel Mandalika JL.Anyer Raya Kota Serang - Banten, Jawa-Barat, tim berhasil menangkap mereka lengkap dengan barang bukti narkoba 1 ton dan para kurirnya.

Barang Bukti Yang Berhasil Di Sita

* Satu unit mobil inova Gold yang di dalamnya terdapat 27 kotak narkoba siap edar.
* Satu unit mobil inova hitam yang di dalamnya terdapat 24 kotak narkoba siap edar

Sehingga total semua ada 51 kotak narkoba siap edar, estimasi 1 karung bruto @ 20 kg sehingga semua total berat 1.000 kg (1 ton).

Tersangka Yang Berhasil Di Tangkap

1. Lin ming hui berperan sebagai big boss dan pengendali pengiriman, terpaksa harus di tembak mati karena melakukan perlawanan.
2. Chen wei cyuan
3. Liao guan yu
4. Hsu yung li (melarikan diri dan masih dalam pencarian)

Marilah peristiwa ini kita jadikan pelajaran penting untuk kita sadari, bahwa negara kesatuan yang kita cintai ini telah menjadi incaran para mafia, setelah kejadian penangkapan Freddy Budiman dan para anak buahnya yang ternyata mereka mengakui bahwa mereka masih memiliki boss tertinggi yang berada di China.

Selamat kepada para kepolisian Indonesia, terima kasih banyak kepada kepolisian Taiwan dan kita semua berharap, semoga tidak ada lagi penyelundupan narkoba atau yang sejenisnya, sehingga masa depan bangsa indonesia terselamatkan.

Penangkapan Pengedar dan Pengguna Narkotika Jenis Sabu di Kebonagung

Penangkapan pengedar dan pengguna narkotika di kebonagungPengedar dan Pengguna Narkotika Jenis Sabu di Kebonagung - Seakan tidak pernah pupus perjuangan para aparat kita menumpas pemakai, pengedar dan pengguna narkotika atau narkoba di negeri ini.

Setelah presiden Jokowi menetapkan hukuman mati bagi pemakai, pengedar narkoba masih saja ada orang baik di dalam negeri maupun luar negeri yang memanfaatkan barang haram tersebut untuk di perjual belikan atau di konsumsi, seakan mereka tidak jera dengan ancaman tersebut.

Data dari kepolisian daerah jawa timur maupun resort setempat masih saja banyak yang tertangkap, seakan mereka tidak pernah dengar seruan presiden Jokowi tersebut, bahkan hukuman mati yang telah di jalankan tidak pernah membuat mereka takut untuk terus bergelut di dunia terlarang tersebut.

Kali ini informasi datang dari Polres Malang yang telah berhasil menangkap seorang pengedar dan juga pengguna narkotika jenis sabu, entah di dapat dari mana barang haram tersebut hingga berada di tangan WAHYU DWI JAYA seorang warga JL. Ciliwung II / 18 A RT. 08 RW.07 Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Penangkapan itu terjadi pada tanggal 10 Juli 2017 kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB di tempat kejadian perkara (TKP) halaman samping sebuah rumah sederhana yang beralamat di Dusun Karangsono Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.

Petugas berhasil mengamankan satu poket sabu yang di taruh di dalam plastik transparan dan di bungkus tissue lalu di bungkus lagi dengan plastik warna hitam, satu buah pipet kaca kecil, satu unit HP merk Samsung warna putih dengan simcard nomor telepon 083 117 336 115.

Menurut keterangan sementara dari pelaku bahwa barang tersebut bukan miliknya, namun petugas tidak langsung mempercayainya, pelaku beserta barang bukti di bawa ke Polres Malang untuk selanjutnya di lakukan penyidikan lebih lanjut.

Sebuah contoh kecil cerita kehidupan yang salah, dan ini merupakan pelajaran berharga bagi kita semua, tidak hanya nanti akan di tangkap petugas keamanan saja dan di hukum tetapi bagaimana nanti kalau di minta pertanggung jawaban dari Tuhan tentang apa yang kamu lakukan dengan barang tersebut.

Nah loh,,, tidak hanya di dunia saja di hukum ternyata di akhirat pun juga akan di hukum, bagaimana, sial sekali bukan,,?

Oleh karena itu, marilah kita jauhi barang terlarang tersebut karena jelas membawa kesialan bagi kita, atau lebih baik kalau mengetahui ada transaksi narkoba di sekitar lingkungan rumah kita lebih baik di laporkan ke petugas secara diam-diam agar mereka dapat di tangkap.

Coba bayangkan kalau generasi penerus kita menjadi orang yang seperti ini, negara kita bisa rusak, bangkrut dan bubar.

Semoga sekilas cerita di atas menjadi pelajaran penting bagi kita dan anak cucu kita nanti, agar senantiasa menjauhi narkoba atau narkotika karena hasilnya hanya satu jawaban yaitu "Merugi" di dunia dan di akhirat lagi.


Korban Di Bawa Ke Hotel Gayabaru Lawang

Korban di bawa ke Hotel Gayabaru LawangKorban Di Bawa Ke Hotel Gayabaru Lawang - Satu lagi pelajaran penting bagi para orang tua terutama bagi mereka yang memiliki anak perempuan, agar lebih memberikan perhatian khusus kepada buah hatinya.

Penting untuk di perhatikan bahwa gaya pacaran anak zaman sekarang sudah semakin kebablasan, semakin ngawur saja, apalagi kalau si perempuanya selalu berpakaian yang mengundang syahwat bagi para pria hidung belang.

Kata mbah saya dulu, "Perempuan itu kalau sudah jatuh tidak bisa berdiri lagi" artinya kalau seorang wanita suci itu dalam pergaulan setiap harinya tidak bisa kontrol dan pada akhirnya mengenal pria yang di cintainya lalu melakukan sesuatu yang seharusnya belum saatnya (hubungan intim) maka,, ia tidak bisa kembali seperti sediakala, pemirsa mengerti ya maksudnya,, Hehe

Cerita kali ini datang dari belahan Malang utara yaitu kecamatan Lawang yang bersebelahan dengan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Contoh cerita yang tidak patut untuk di tiru oleh semua orang terutama kawula muda.

Karena korban seorang gadis yang baru mengenal cinta sementara orang tua korban sibuk dengan dunianya sendiri yaitu pekerjaan yang tidak pernah habis setiap harinya, datanglah seorang pria yang menjadi idaman korban.

ISMU FATONAH WAHYU NINGSIH adalah korban dari keganasan RENDI FERNANDO FERDIANSYAH, Perempuan 16 tahun tersebut terpaksa harus menanggung malu di sekolahnya karena hubungan yang terlarang tersebut ternyata membuahkan hasil, Ismu Fatonah Wahyu Ningsih mengandung.

Duh,,,!! dunia kok semakin seperti ini yah,,. Awalnya Fatonah merahasiakan hubungan gelapnya dengan Fernando, namun karena perut fatonah semakin lama semakin menggelembung, maka mengundang kecurigaan kedua orang tuannya.

Kenikmatan hubungan suami istri yang belum layak di lakukan tersebut di rasakan oleh kedua wajah ingusan sangat ruarr biasa,,!! menurut Fatonah dirinya di ajak Fernando seperti melayang menuju langit kenikmatan berdua, hingga tanpa terasa telah melakukannya tiga kali.

Fatonah mungil tinggal bersama neneknya dan pengawasan sangat kurang terhadap dirinya, sehingga pergaulan sedikit leluasa tersebut dapat di lakukan bersama, Fernando sering datang kerumahnya dan sesekali pergi berdua keluar rumah.

Dan suatu saat terjadilah hubungan suami istri itu di Hotel Gayabaru Desa.Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, awalnya Fatonah menolak, namun karena Fernando berjanji akan menikahi dirinya maka Fatonah He,, eh saja,,,

Selanjutnya pada hari minggu tanggal 09 Juli 2017 orang tua Fatonah mencurigai kondisi perut anaknya yang menggelembung dan menanyakan kepada dirinya, apa yang terjadi,,? dan karena di desak oleh kedua orang tuanya, akhirnya terbongkarlah apa yang terjadi sebenarnya.

Duarrr,,,!! bagaikan di sambar petir di siang bolong, kedua orang tua Fatonah marah besar, bingung harus berbuat apa, panas suhu tubuhnya meningkat, kemurkaan kedua orang tua Fatonah seakan akan mau menelan kembali anaknya.

Dengan di dampingi saudara ayahnya, orang tua Fatonah mendatangi rumah Fernando untuk meminta pertanggung jawaban atas perlakuan terhadap anaknya, namun sayang, Fernando mengelak dan tidak mau bertanggung jawab.

Mendengar jawaban tersebut, kedua orang tua dan saudara ayahnya marah dan tidak terima, karena tidak menemukan titik terang terpaksa melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib dan di terima di SPKT Polres Malang untuk di lakukan penyidikan lebih lanjut.

Semoga cerita ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua terutama bagi setiap orang tua yang memiliki anak perempuan, dan tidak adalagi Fernando yang lain di kemudian hari, kecuali kalau sudah resmi menjadi suami istri yang syah.

Terima kasih
 

Penipuan dan Penggelapan Tanah Sawah

Penipuan dan penggelapan tanah sawahPenipuan dan Penggelapan Tanah Sawah - Ada saja ulah anak manusia ini, setelah kemarin ada berita KDRT (Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga) dan Persetubuhan terhadap anak di bawah umur, kali ini muncul masalah lain.

Ini sebagai pelajaran bagi kita semua bagi yang akan membeli sebidang tanah baik ladang maupun persawahan lebih baik di teliti terlebih dahulu mengenai surat kepemilikan, lokasi obyek yang di jual, hak waris, dan apakah tidak dalam proses penyelesaian masalah.

Seperti yang di alami oleh AGUS WAHYUDIONO (korban) yang berprofesi sebagai pengacara dan beralamat di dusun gentiri RT.02 RW.01 Desa.Kedungrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Dia harus rela kehilangan uang senilai Rp. 120.000.000,- yang katanya sebagai uang pembelian sebidang tanah persawahan yang berlokasi di Dusun Gentiri Desa.Kedungrejo Kecamatan Pakis Malang.

Awalnya datang ke rumah korban seorang pria bernama BASHORI pada sekitar bulan oktober 2016 yang lalu dan bertujuan untuk menawarkan sebidang tanah sawah dengan luas sekitar 500 meter persegi dengan harga Rp.110.000.000,- namun korban menolak karena telah di ketahui oleh korban bahwa tanah tersebut masih dalam penyelesaian masalah hak waris.

Dengan daya upaya yang di lakukan Agus akhirnya Bashori menerima tawaran dari Agus tersebut dan di pertemukan dengan "katanya" sebagai pemilik tanah sah tersebut secara langsung.

Menurut keterangan Bashori bahwa WASIS (pelaku) adalah pemilik sah tanah sawah tersebut, dan terjadilah tawar menawar harga pas tancap gas,, He he

Dari negosiasi yang alot dan super serius tersebut di sepakati harga Rp.120.000.000,- plus biaya pengurusan surat yang akan di atas namakan IIN INDAHYATI (keponakan korban), karena tanah tersebut masih dalam pengerjaan oleh orang lain dan tersisa dua bulan, maka korban bersedia menunggu dua bulan selanjutnya setelah itu di serahkan langsung kepada korban, janji WASIS kepada korban.

Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, korban meminta kepada terlapor untuk nama yang tertera di surat tanah obyek yang di jual tersebut untuk datang ke rumah korban, namun WASIS mengatakan bahwa tanah sawah tersebut sudah dia beli dan atas nama dirinya, dan surat tersebut sekarang masih dalam proses pengurusan.

Terjadi deal dalam percakapan tersebut dan korban menyerahkan sejumlah uang yang telah di tentukan bersama. Hari berganti hari bulan berganti bulan, tibalah saatnya untuk mengerjakan sawah (pikir korban) karena dua bulan telah berlalu.

Pada suatu hari saudara MUHARI (kakak ipar korban dan merupakan ayah dari IIN INDAHYATI) berniat menggarap sawah yang telah di tunjuk oleh korban, dengan senang hati Muhari datang ke lokasi sawah tersebut.

Namun, Muhari kaget karena sawah tersebut sudah ada yang menggarapnya, dan setelah di telusuri di dapatlah informasi bahwa tanah sawah tersebut di sewakan kepada saudara SEIHUL selama dua tahun dari orang lain yang bernama saudara MATSULI (di duga ahli waris).

Dengan adanya kejadian itu korban akhirnya menanyakan kepada WASIS (pelaku) untuk meminta pertanggung jawaban, namun sayang, WASIS selalu berkelit dan tidak beretikad baik dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Parahnya lagi, WASIS semakin lama semakin susah di hubungi, akhirnya korban merasa tertipu dan harus menanggung kerugian sebesar RP.120.000.000,- jengkel atas perlakuan WASIS terhadap dirinya, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut.

WASIS pun terancam dengan jerat hukuman penipuan dan penggelapan yang di atur dalam pasal 378 KUHP (penipuan) dan juga melangar pasal 372 KUHP (penggelapan), lengkaplah sudah ancaman hukuman yang akan di alami WASIS.

Uang yang tidak sedikit saudara, Rp.120.000.000,- sudah cukup untuk biaya hidup selama bertahun tahun kedepan, karena keteledoran atau ketidak telitian kita sendiri, terpaksa uang tersebut harus lenyap dari pandangan mata pemiliknya.

Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua, jika akan melakukan transaksi jual beli apalagi dengan jumlah nominal yang banyak lebih baik jauh lebih teliti lagi dalam memeriksa segala sesuatunya terutama barang dan segala surat-suratnya agar tidak muncul Agus Wahyudiono yang lain.

Semoga bermanfaat dan terima kasih


Menjual Tanah Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya

Menjual tanah tanpa sepengetahuan pemiliknyaMenjual Tanah Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya - Kita bebas berpendapat, bebas bersuara kita semua juga bebas berekspresi, namun kalau bebas menjual tanah orang lain saya rasa itu bebas yang keblabasan.

Itu bukan bebas namanya malah tidak bebas, karena akan di hukum sama pak polisi, kejadiannya, pada tanggal 11 Juli 2017 kemarin SUMARYONO melaporkan kalau tanah yang ada di malang miliknya telah di jual oleh seseorang.

Menurut keterangan saksi yang kebetulan anak korban sendiri mengatakan bahwa tanah yang berada di Dusun Biru Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang telah di jual kepada seseorang tanpa sepengetahuan dirinya.

Korban kaget dan awalnya tidak percaya dengan apa yang di katakan anaknya tersebut, karena tanah yang di milikinya adalah mutlak haknya dengan kepemilikan Sertipikat Hak Milik surat tanah (SHM) dengan No. 58 A.n SUMARYONO.

Langkah awal yang di lakukan korban adalah mendatangi lokasi tanah yang beralamat di desa gunungrejo tersebut dan setelah itu menanyakan prihal jual beli tanah kepada perangkat desa setempat.

Dan setelah di konfirmasi kebenaranya ternyata apa yang di sampaikan oleh anak korban memang benar, atas perlakuan tersebut korban tidak terima dan berusaha mengusut kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

Langkah selanjutnya dengan penuh tekad bulat dan semangat yang membara di dada,,😄 korban menanyakan siapa pembeli tanahnya, selanjutnya untuk mengetahui siapa yang berhasil menjual tanahnya tersebut kepada orang lain.

Entah apa yang menjadi dasar SAROPAH sehingga dia nekad menjual tanah milik SUMARYONO yang notabene sebagai tetangga sebelah yang wajib menjaga kehangatan hidup bermasyarakat dan bertetangga tersebut.

Akhirnya dengan perjuangan yang kuat korban berhasil menemukan pembeli tanahnya tersebut plus penjual yang merupakan tetangga korban sendiri. Mungkin tanahnya yang berada jauh dari pengawasan pemilik sehingga berhasil di caplok oleh orang lain.

Sebagai pelajaran penting bagi kita semua bahwa jika kita memiliki tanah yang jauh dari pengawasan lebih baik mencari seseorang yang dapat di percaya untuk mengawasi tanah kita tersebut agar tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan.

Seperti kejadian tanah yang di miliki oleh SUMARYONO, beliau tinggal di Madura sementara tanah yang di milikinya berada di daerah Singosari Kabupaten Malang dan tidak ada yang mengawasi secara benar.

Dan lagi bisa jadi orang yang kita suruh untuk mengawasi tanah kita, dia itu sendiri yang mencaplok (menjual) tanah kita, oleh karena itu dalam hal ini kedekatan secara lahir dan batin memang sangat di perlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan antar sesama, sehingga dapat menghasilkan keuntungan di kedua belah pihak.

H. ZAINUL sebagai pembeli tanah tersebut terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib, karena tanah yang di belinya ternyata bukan milik SAROPAH (penjual) sendiri, namun ternyata milik orang lain yang tidak di kenalnya.

Jika memang terbukti melangar maka tindakan SAROPAH tersebut sangat tidak di benarkan dan melanggar etika hidup bermasyarakat sehingga terancam hukuman karena pasal 385 KUHP yang dia lakukan.

SUMARYONO yang merupakan korban sekaligus pelapor tersebut telah mendapatkan surat pelaporan dari pihak kepolisian untuk menyelesaikan perkara yang di alaminya. Semoga bisa menjadi pelajaran penting bagi kita semua dan tidak terulang kembali.


Polisi Sulit Mendapat Kepercayaan Masyarakat

Polisi sulit mendapat kepercayaan masyarakatPolisi Sulit Mendapat Kepercayaan Masyarakat - Kesulitan polisi mendapat kepercayaan dari masyarakat bukan saja saat ini terjadi namun sudah berlangsung sejak lama.

Banyak cara yang di lakukan pihak kepolisian untuk merebut kepercayaan masyarakat, mulai dari membagi bunga di jalan raya, meningkatkan kinerja hingga menjadi penceramah di masjid atau tempat ibadah lain.

Namun sayang, ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan perbuatan yang mencoreng nama baik polisi atau melakukan beberapa tindak pidana, hal itu tentu saja tidak tanpa ada alasan yang jelas, mereka melakukan kesalahan pasti ada alasan di balik itu semua.

Membahas mengenai masalah ini, kemarin ada rekan www.mypolicestory7.com yang menjelaskan mengapa polisi sulit mendapat kepercayaan dari masyarakat,,,? berikut inilah jawabanya:

Dengan rumus apapun, sampai kapanpun, dalam masyarakat yang kurang kesadaran hukumnya, polisi pasti ada yang membenci, Catat: Polisi pasti ada yang membenci, Polisi pasti ada yang memusuhi.

Mengapa,,,?

Karena polisi tugasnya adalah sebagai pemutus awal dari perbedaan kepentingan tertentu, polisi selalu dalam dilema perbedaan kepentingan di tengah masyarakat yang majemuk.

Perbedaan kepentingan antara siapa dengan siapa,,,?

Perbedaan kepentingan antara manusia yang sudah sejak lahir, di takdirkan oleh Tuhan dengan kepentingan yang tidak sama antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.

Ketika perbedaan kepentingan itu harus di atur dalam norma atau aturan kehidupan di dunia nyata, dan saat aturan itu di langgar, maka harus ada yang menegakkan, dan ketika aturan di tegakkan maka tidak ada satupun orang yang bersedia di tindak apalagi di hukum.

Ketika seseorang tidak suka di tindak atau di hukum maka berbagai upaya akan di lakukan, melawan secara langsung adalah pilihan pertama, pilihan berikutnya,,, segala kekuatan dari luar atau dari dalam dirinya akan di kerahkan,,,

Akhibatnya,,,

Polisi sebagai representasi negara juga harus melawan, karena kalau tidak melawan maka negara di anggap gagal, belum lagi masalah yang menyangkut karier pribadi seorang polisi itu sendiri yang di pertaruhkan.

Petugas pemadam kebakaran yang memiliki kemampuan untuk memadamkan api saja juga beresiko terbakar, petugas kebersihan yang memiliki tugas membersihkan sesuatu tersebut memiliki resiko kotor, petugas PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang berhadapan dengan aliran listrik punya resiko kesetrum, petugas penyelamat orang tenggelam juga memiliki resiko tenggelam,,,

Apalagi dengan polisi, yang setiap hari harus berhadapan dengan orang yang bermasalah, sudah pasti akan memiliki resiko bermasalah dengan orang yang bermasalah juga, sudah pasti memiliki resiko yang jauh lebih besar, karena yang di hadapi adalah orang yang bermasalah yang punya akal dan pikiran bermasalah.

Meskipun seorang polisi sudah menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan aturan yang ada sebagai penegak hukum, melindungi masyarakat serta mengayomi dan melayani dengan nilai terbaik, namun,,, TETAP SAJA!! masih ada masyarakat yang membenci polisi terutama mereka yang kepentingannya harus berhadapan dengan aturan polisi.

Tetapi kami sebagai polisi tidak pernah menyerah dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa, kami tidak berputus asa dalam menjalankan tugas setiap hari, meskipun saat ini penuh resiko dan membahayakan diri sendiri dan keluarga.

Kami yakin Tuhan tidak akan tinggal diam, Dia pasti memberikan jalan keluar yang terbaik untuk di jalani dan kami selalu memohon perlindungan agar keselamatan juga keberuntungan dalam menjalankan tugas setiap harinya.

"Kami memang tidak sempurna dan tidak bisa sempurna karena bagaimanapun juga kesempurnaan adalah milik Allah SWT, tetapi kami selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya."

Back To Top