Menjual Tanah Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya

Menjual tanah tanpa sepengetahuan pemiliknyaMenjual Tanah Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya - Kita bebas berpendapat, bebas bersuara kita semua juga bebas berekspresi, namun kalau bebas menjual tanah orang lain saya rasa itu bebas yang keblabasan.

Itu bukan bebas namanya malah tidak bebas, karena akan di hukum sama pak polisi, kejadiannya, pada tanggal 11 Juli 2017 kemarin SUMARYONO melaporkan kalau tanah yang ada di malang miliknya telah di jual oleh seseorang.

Menurut keterangan saksi yang kebetulan anak korban sendiri mengatakan bahwa tanah yang berada di Dusun Biru Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang telah di jual kepada seseorang tanpa sepengetahuan dirinya.

Korban kaget dan awalnya tidak percaya dengan apa yang di katakan anaknya tersebut, karena tanah yang di milikinya adalah mutlak haknya dengan kepemilikan Sertipikat Hak Milik surat tanah (SHM) dengan No. 58 A.n SUMARYONO.

Langkah awal yang di lakukan korban adalah mendatangi lokasi tanah yang beralamat di desa gunungrejo tersebut dan setelah itu menanyakan prihal jual beli tanah kepada perangkat desa setempat.

Dan setelah di konfirmasi kebenaranya ternyata apa yang di sampaikan oleh anak korban memang benar, atas perlakuan tersebut korban tidak terima dan berusaha mengusut kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

Langkah selanjutnya dengan penuh tekad bulat dan semangat yang membara di dada,,😄 korban menanyakan siapa pembeli tanahnya, selanjutnya untuk mengetahui siapa yang berhasil menjual tanahnya tersebut kepada orang lain.

Entah apa yang menjadi dasar SAROPAH sehingga dia nekad menjual tanah milik SUMARYONO yang notabene sebagai tetangga sebelah yang wajib menjaga kehangatan hidup bermasyarakat dan bertetangga tersebut.

Akhirnya dengan perjuangan yang kuat korban berhasil menemukan pembeli tanahnya tersebut plus penjual yang merupakan tetangga korban sendiri. Mungkin tanahnya yang berada jauh dari pengawasan pemilik sehingga berhasil di caplok oleh orang lain.

Sebagai pelajaran penting bagi kita semua bahwa jika kita memiliki tanah yang jauh dari pengawasan lebih baik mencari seseorang yang dapat di percaya untuk mengawasi tanah kita tersebut agar tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan.

Seperti kejadian tanah yang di miliki oleh SUMARYONO, beliau tinggal di Madura sementara tanah yang di milikinya berada di daerah Singosari Kabupaten Malang dan tidak ada yang mengawasi secara benar.

Dan lagi bisa jadi orang yang kita suruh untuk mengawasi tanah kita, dia itu sendiri yang mencaplok (menjual) tanah kita, oleh karena itu dalam hal ini kedekatan secara lahir dan batin memang sangat di perlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan antar sesama, sehingga dapat menghasilkan keuntungan di kedua belah pihak.

H. ZAINUL sebagai pembeli tanah tersebut terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib, karena tanah yang di belinya ternyata bukan milik SAROPAH (penjual) sendiri, namun ternyata milik orang lain yang tidak di kenalnya.

Jika memang terbukti melangar maka tindakan SAROPAH tersebut sangat tidak di benarkan dan melanggar etika hidup bermasyarakat sehingga terancam hukuman karena pasal 385 KUHP yang dia lakukan.

SUMARYONO yang merupakan korban sekaligus pelapor tersebut telah mendapatkan surat pelaporan dari pihak kepolisian untuk menyelesaikan perkara yang di alaminya. Semoga bisa menjadi pelajaran penting bagi kita semua dan tidak terulang kembali.


Labels: Peristiwa dan Masyarakat, Reserse

Thanks for reading Menjual Tanah Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya. Please share...!

0 Comment for "Menjual Tanah Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya"

Back To Top