Penipuan dan Penggelapan Tanah Sawah

Penipuan dan penggelapan tanah sawahPenipuan dan Penggelapan Tanah Sawah - Ada saja ulah anak manusia ini, setelah kemarin ada berita KDRT (Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga) dan Persetubuhan terhadap anak di bawah umur, kali ini muncul masalah lain.

Ini sebagai pelajaran bagi kita semua bagi yang akan membeli sebidang tanah baik ladang maupun persawahan lebih baik di teliti terlebih dahulu mengenai surat kepemilikan, lokasi obyek yang di jual, hak waris, dan apakah tidak dalam proses penyelesaian masalah.

Seperti yang di alami oleh AGUS WAHYUDIONO (korban) yang berprofesi sebagai pengacara dan beralamat di dusun gentiri RT.02 RW.01 Desa.Kedungrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Dia harus rela kehilangan uang senilai Rp. 120.000.000,- yang katanya sebagai uang pembelian sebidang tanah persawahan yang berlokasi di Dusun Gentiri Desa.Kedungrejo Kecamatan Pakis Malang.

Awalnya datang ke rumah korban seorang pria bernama BASHORI pada sekitar bulan oktober 2016 yang lalu dan bertujuan untuk menawarkan sebidang tanah sawah dengan luas sekitar 500 meter persegi dengan harga Rp.110.000.000,- namun korban menolak karena telah di ketahui oleh korban bahwa tanah tersebut masih dalam penyelesaian masalah hak waris.

Dengan daya upaya yang di lakukan Agus akhirnya Bashori menerima tawaran dari Agus tersebut dan di pertemukan dengan "katanya" sebagai pemilik tanah sah tersebut secara langsung.

Menurut keterangan Bashori bahwa WASIS (pelaku) adalah pemilik sah tanah sawah tersebut, dan terjadilah tawar menawar harga pas tancap gas,, He he

Dari negosiasi yang alot dan super serius tersebut di sepakati harga Rp.120.000.000,- plus biaya pengurusan surat yang akan di atas namakan IIN INDAHYATI (keponakan korban), karena tanah tersebut masih dalam pengerjaan oleh orang lain dan tersisa dua bulan, maka korban bersedia menunggu dua bulan selanjutnya setelah itu di serahkan langsung kepada korban, janji WASIS kepada korban.

Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, korban meminta kepada terlapor untuk nama yang tertera di surat tanah obyek yang di jual tersebut untuk datang ke rumah korban, namun WASIS mengatakan bahwa tanah sawah tersebut sudah dia beli dan atas nama dirinya, dan surat tersebut sekarang masih dalam proses pengurusan.

Terjadi deal dalam percakapan tersebut dan korban menyerahkan sejumlah uang yang telah di tentukan bersama. Hari berganti hari bulan berganti bulan, tibalah saatnya untuk mengerjakan sawah (pikir korban) karena dua bulan telah berlalu.

Pada suatu hari saudara MUHARI (kakak ipar korban dan merupakan ayah dari IIN INDAHYATI) berniat menggarap sawah yang telah di tunjuk oleh korban, dengan senang hati Muhari datang ke lokasi sawah tersebut.

Namun, Muhari kaget karena sawah tersebut sudah ada yang menggarapnya, dan setelah di telusuri di dapatlah informasi bahwa tanah sawah tersebut di sewakan kepada saudara SEIHUL selama dua tahun dari orang lain yang bernama saudara MATSULI (di duga ahli waris).

Dengan adanya kejadian itu korban akhirnya menanyakan kepada WASIS (pelaku) untuk meminta pertanggung jawaban, namun sayang, WASIS selalu berkelit dan tidak beretikad baik dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Parahnya lagi, WASIS semakin lama semakin susah di hubungi, akhirnya korban merasa tertipu dan harus menanggung kerugian sebesar RP.120.000.000,- jengkel atas perlakuan WASIS terhadap dirinya, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut.

WASIS pun terancam dengan jerat hukuman penipuan dan penggelapan yang di atur dalam pasal 378 KUHP (penipuan) dan juga melangar pasal 372 KUHP (penggelapan), lengkaplah sudah ancaman hukuman yang akan di alami WASIS.

Uang yang tidak sedikit saudara, Rp.120.000.000,- sudah cukup untuk biaya hidup selama bertahun tahun kedepan, karena keteledoran atau ketidak telitian kita sendiri, terpaksa uang tersebut harus lenyap dari pandangan mata pemiliknya.

Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua, jika akan melakukan transaksi jual beli apalagi dengan jumlah nominal yang banyak lebih baik jauh lebih teliti lagi dalam memeriksa segala sesuatunya terutama barang dan segala surat-suratnya agar tidak muncul Agus Wahyudiono yang lain.

Semoga bermanfaat dan terima kasih


Labels: Peristiwa dan Masyarakat, Reserse

Thanks for reading Penipuan dan Penggelapan Tanah Sawah. Please share...!

0 Comment for "Penipuan dan Penggelapan Tanah Sawah"

Back To Top